Beranda Jawa Timur El Nino Ancam Kekeringan, Blitar Siapkan 98 Titik Pompanisasi

El Nino Ancam Kekeringan, Blitar Siapkan 98 Titik Pompanisasi

2
Foto : istimewa

BLITAR, KUBUS.ID – Sebanyak 98 titik irigasi perpompaan disiapkan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menghadapi ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan gagal panen. Hingga saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Blitar memastikan kondisi pertanian masih aman dan belum ada laporan gagal panen akibat kekurangan air.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan dampak El Nino di wilayah Blitar masih terkendali. Menurutnya, petani masih dapat melakukan aktivitas pertanian meski pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi menghadapi puncak musim kering.

“Untuk kondisi Blitar, insyaAllah sampai dengan saat ini aman-aman saja, Mas. Masih terkendali. Belum ada laporan berkaitan dengan dampak kekeringan dan sampai terjadi gagal panen,” kata Siswoyo saat dialog bersama Radio ANDIKA.

Menurut Siswoyo, wilayah yang paling berpotensi terdampak kekeringan berada di kawasan pegunungan, terutama Blitar Selatan. Daerah tersebut sebagian besar mengandalkan sistem pertanian tadah hujan sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Namun, petani di wilayah tersebut disebut sudah memahami pola tanam saat musim kering. Sebagian memilih menunda tanam ketika ketersediaan air tidak mencukupi, sementara sebagian lainnya memilih komoditas yang membutuhkan lebih sedikit air seperti jagung.

“Kalau memang kondisi cuaca tidak ada hujan dan tidak dimungkinkan ada air yang cukup, mereka otomatis ada yang tidak menanam lebih dulu atau menanam komoditas yang memang tahan air,” jelasnya.

Selain Blitar Selatan, sejumlah wilayah Blitar Utara seperti Srengat, Ponggok, Udanawu, dan Wonodadi juga menjadi perhatian karena sebagian wilayahnya merupakan daerah tadah hujan. Dinas Pertanian terus berkoordinasi dengan penyuluh lapangan untuk mengarahkan petani memilih tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi minim air.

Untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, Pemerintah Kabupaten Blitar telah mengusulkan berbagai program penguatan sumber air. Selain 98 titik irigasi perpompaan, pemerintah juga mengajukan perbaikan jaringan irigasi di sekitar 45 titik.

“Untuk irigasi perpompaan itu sebanyak 98 titik di Kabupaten Blitar. Kemudian untuk perbaikan jaringan irigasi kami juga mengajukan sekitar 45 titik,” ujar Siswoyo.

Dari pengajuan tersebut, sebagian program sudah mulai terealisasi. Sebanyak 48 titik irigasi perpompaan telah mendapatkan alokasi dan sebagian sudah selesai pengerjaan, sementara lainnya masih dalam proses.

Selain pompanisasi, pembangunan embung juga menjadi salah satu solusi menghadapi ancaman kekeringan, terutama di wilayah Blitar Selatan. Dinas Pertanian Kabupaten Blitar telah mengusulkan pembangunan delapan titik embung pada tahun ini.

Siswoyo menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Hingga saat ini, Kabupaten Blitar masih tercatat belum mengalami kondisi kekeringan ekstrem maupun gagal panen akibat El Nino.(art/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini