Beranda Kediri Raya Jelang HUT ke-81 RI, Akademisi Nilai Semangat Nasionalisme Tetap Kuat Meski Kritik...

Jelang HUT ke-81 RI, Akademisi Nilai Semangat Nasionalisme Tetap Kuat Meski Kritik Publik Meningkat

51
Dosen Ilmu Politik UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP (Foto. Redaksi)
Dosen Ilmu Politik UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat nasionalisme masyarakat dinilai masih tetap terjaga. Hal itu terlihat dari antusiasme warga memasang bendera Merah Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing, meskipun di saat yang sama kritik publik terhadap kinerja pemerintah terus meningkat.

Dosen Ilmu Politik UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP, mengatakan nasionalisme dan patriotisme masyarakat tidak bisa diukur hanya dari tingkat kepuasan terhadap pemerintah. Menurutnya, tradisi menyambut Agustusan dengan memasang bendera Merah Putih menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap bangsa masih sangat kuat.

“Saya melihat masyarakat masih antusias menyambut Agustusan dengan memasang bendera Merah Putih. Ini menjadi salah satu indikator bahwa semangat nasionalisme masyarakat masih tetap terjaga,” ujar Dr. Yudi.

Disisi lain, ia menyoroti hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah mengalami penurunan hingga berada di angka sekitar 51 persen. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat memberikan perhatian sekaligus kritik terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah yang dinilai belum memberikan dampak nyata.

Menurutnya, sejumlah program unggulan pemerintah sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Namun, implementasinya di lapangan masih membutuhkan waktu sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat, khususnya pada program-program yang menyentuh langsung kehidupan warga di tingkat akar rumput.

“Program-program yang berjalan memiliki landasan yang baik. Namun, karena proses implementasinya masih berlangsung dan dampaknya belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat, akhirnya muncul ketidakpuasan dan kritik dari publik,” jelasnya.

Dr. Yudi menilai pemerintah perlu mempercepat realisasi program agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Dari perspektif ilmu politik, keberhasilan sebuah kebijakan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana masyarakat merasakan dampak positif dari program tersebut.

Ia berharap percepatan implementasi program pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat penilaian positif masyarakat terhadap kinerja pemerintah, tanpa mengurangi semangat nasionalisme yang selama ini tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini