
KEDIRI (KUBUS.ID) – Guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memberikan akses perawatan medis modern yang terjangkau, Klinik dr. Emy Kusumaningsih, Sp.DV.E., menggelar kegiatan Bakti Sosial Terapi Kulit dan Rambut di lokasi prakteknya, Jalan Akasia, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Acara pengobatan gratis itu mendapat sambutan luar biasa dan dipadati oleh warga Kediri hingga pasien luar daerah seperti Kertosono.
dr. Emy menyebut kegiatan sosial itu diselenggarakan sekaligus untuk memperkenalkan teknologi alat kesehatan terbaru di kliniknya, yaitu Phototherapy TheraBeam UV308 (Excimer Light). Alat terapi ultraviolet modern yang ditujukan khusus untuk penanganan lesi-lesi kulit dan gangguan rambut yang disebabkan oleh penyakit autoimun.
Peralatan canggih tersebut dilengkapi dengan teknologi Excimer Filter yang telah dipatenkan oleh USHIO. Filter khusus ini sangat efektif dalam menyaring gelombang yang tidak diperlukan sehingga mencegah terjadinya hiperpigmentasi di area yang dirawat serta melindungi area kulit yang sehat di sekitarnya.
Menurut dr. Emy Terapi targeted phototherapy itu efektif dan aman digunakan untuk penanganan penyakit autoimun seperti vitiligo, alopecia areata (kebotakan pitak), palmoplantar pustulosis, psoriasis, atopic dermatitis, hingga eczema (eksim) yang membandel.
“Saya rutin mengadakan bakti sosial pengobatan gratis karena memang saya rasa wajib memberi sesuatu ke pasien supaya ada perbaikan kesehatan. Alat fototerapi ini digunakan untuk menerapi pasien-pasien dengan penyakit autoimun, misal vitiligo, kebotakan pitak-pitak karena autoimun, psoriasis, atau eksim yang membandel,” ujar dr. Emy saat ditemui Jurnalis Radio ANDIKA Fareh Hariyanto.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas medis canggih seperti TheraBeam UV308 biasanya lebih banyak ditemukan di rumah sakit besar.
“Alat baru ini biasanya dimiliki di rumah sakit besar, tapi karena saya ingin berusaha lebih memberi pelayanan kepada pasien, saya membeli alat ini yang harapannya bisa membantu menyembuhkan atau memperbaiki penyakit pasien yang mengganggu mereka,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat yang hadir melampaui perkiraan. Banyak warga berusia lanjut hingga pasien dari luar kota yang antusias mengajukan pertanyaan seputar metode terapi baru ini.
“Saya di luar ekspektasi, ternyata penuh dan ruangan saya sampai kurang-kurang. Pasien datang jauh-jauh dari Kertosono juga ada. Mereka antusias sekali ada alat baru,” tutur dr. Emy.
Pada kesempatan tersebut, dr. Emy juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu atau takut untuk berkonsultasi mengenai keluhan kulit dan rambut mereka kepada dokter spesialis. Kendati begitu, ia mengingatkan agar pasien tetap disiplin mengkombinasikan tindakan fototerapi dengan pengobatan medis utama.
“Kebanyakan masyarakat takut ke dokter spesialis, padahal datang dan periksa saja. Matur (sampaikan) keadaannya bagaimana, nanti kita atur. Namun perlu diingat bahwa fototerapi ini adalah terapi bantuan atau penunjang, terapi utama tetap tidak bisa ditinggalkan,” pungkasnya. (far)






























