KEDIRI, (KUBUS.ID) – Kantor SAR Banyuwangi mengerahkan tim penyelamat dari Pos SAR Jember dan Banyuwangi untuk mencari dua pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Semeru.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa pengerahan tim dilakukan setelah menerima informasi awal dari rekan korban bernama Dafa. Berdasarkan kronologi awal, kedua pendaki tersebut berencana mendaki Gunung Semeru sejak 31 Oktober.
“Kronologi yang kita dapat dari temannya atas nama Dafa, pada 31 Oktober itu mereka berencana naik ke Gunung Semeru,” ujar Oka.
Mengenai identitas kedua korban, Oka mengonfirmasi bahwa mereka adalah pemuda berusia 19 tahun asal Sidoarjo dan Surabaya.
“Sudah kita dapatkan informasinya, yang pertama atas nama BKW (19) alamatnya di Sidoarjo, kemudian MWF (19) dari Rungkut, Surabaya,” ungkap Oka.
Oka menegaskan, pendakian ini dilakukan saat Gunung Semeru masih berstatus Siaga (Level III), di mana aktivitas pendakian ditutup total oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Upaya pencarian dimulai setelah keluarga dan rekan korban berkoordinasi pada 3 November. Pencarian kemudian diperkuat laporan pemilik persewaan sepeda motor di Terminal Lumajang pada 4 November, yang menyebutkan kendaraan sewaan kedua pendaki belum dikembalikan. Tim SAR menelusuri keberadaan motor tersebut hingga akhirnya ditemukan tertinggal di ladang warga kawasan Ranu Pani.
“Sampai saat ini hanya motor yang ditemukan. Artinya kedua target belum kembali, sehingga titik penemuan motor kita anggap sebagai last position (posisi terakhir) mereka,” terang Oka.
Dalam operasi ini, Kantor SAR Banyuwangi berkoordinasi dengan pihak TNBTS, Polrestabes Surabaya, serta BPBD Lumajang. Oka juga menyinggung kendala berupa dugaan rusaknya perangkat CCTV di kawasan Ranu Kumbolo, sehingga penelusuran jejak visual korban tidak dapat dilakukan.
“Jika ada fasilitas yang diperuntukkan untuk menjaga keselamatan, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memantau posisi terakhir (last position) pendaki saat melintasi batas kawasan yang ditentukan,” kata Oka.
Saat ini, tim SAR gabungan yang dibekali peralatan rescue telah disebar ke beberapa titik. Selain merapat ke Ranu Pani, personel tambahan juga disiagakan di wilayah Jember dan Lumajang guna memaksimalkan pencarian agar kedua korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. (sof)






























