KEDIRI, (KUBUS.ID) – Belajar jurnalistik tak cukup hanya memahami teori. Kemampuan mengendus berita, menggali informasi, hingga menyampaikannya kepada publik membutuhkan latihan langsung. Pengalaman itulah yang didapat puluhan siswa SMAN 1 Kandat, Kabupaten Kediri, saat mengikuti Journalistic Class program ANDIKA AKADEMIA yang digelar di ANDIKA Media Center, Jalan Semeru 243 Kediri, Kamis (5/11).
Peserta berasal dari berbagai organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari ekstrakurikuler jurnalistik, OSIS, hingga lintas ekstrakurikuler lainnya. Pelatihan ini dirancang untuk membekali pelajar dengan keterampilan jurnalistik, mulai dari proses mencari informasi, wawancara, menulis berita, hingga teknik presenting dan reporting. Peserta juga diajak mengenal langsung proses kerja media dalam mengolah informasi publik.
Guru pembina SMAN 1 Kandat, Izza Yuspriana Afhimma, berharap pelatihan tersebut menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan era digital.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap siswa bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, terutama untuk menghadapi perkembangan dunia digital yang semakin dinamis,” ungkapnya.
Materi pertama disampaikan Station Manager ANDIKA Media sekaligus Pemimpin Redaksi Kubus.ID, Adnan Raharja. Ia membedah dasar-dasar jurnalistik dan teknik menulis berita, termasuk pentingnya akurasi, keberimbangan, serta kemampuan memilah informasi.
Adnan juga mengenalkan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam produksi konten jurnalistik. Teknologi tersebut dapat membantu kerja jurnalis, tetapi tetap harus digunakan secara kritis dan bertanggung jawab. Verifikasi fakta dan ketepatan informasi tetap menjadi prinsip utama.

Berikutnya, Senior Announcer sekaligus trainer ANDIKA AKADEMIA, Ari Utami, mengajak peserta mendalami teknik getting dan wawancara narasumber. Siswa dibekali kepekaan untuk mengenali peristiwa yang memiliki nilai berita, menyusun pertanyaan kritis, hingga membangun komunikasi agar narasumber bersedia memberikan informasi.
Tak berhenti pada teori, peserta juga mengikuti simulasi wawancara melalui permainan peran. Mereka berlatih menggali informasi sekaligus mengasah keberanian berkomunikasi dengan narasumber.
Sementara itu, materi presenting dan reporting menjadi sesi pamungkas yang dibawakan trainer ANDIKA AKADEMIA, Nahdi Mujahidin dan Mohammad Shofi. Keduanya berbagi pengalaman sebagai jurnalis Andika TV dan reporter lapangan, termasuk menghadapi berbagai tantangan saat melaporkan peristiwa.
Peserta dikenalkan pada teknik menyampaikan laporan secara lugas, jelas, dan valid, sekaligus menjaga ketenangan serta profesionalisme dalam berbagai situasi peliputan.
Menariknya, Journalistic Class tidak hanya berlangsung di ruang pelatihan. Para siswa mendapat kesempatan mencoba langsung siaran on air di Radio ANDIKA dan praktik live report. Mereka juga diajak mengunjungi newsroom ANDIKA untuk melihat aktivitas redaksi, mulai dari proses pengumpulan informasi hingga pengolahan berita sebelum dipublikasikan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Siswa tidak hanya memahami bagaimana berita ditulis dan disampaikan, tetapi juga melihat langsung tanggung jawab media dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.(adr)






























