KEDIRI, (KUBUS.ID) – Tak banyak yang menyangka, percakapan mengenai persoalan ekonomi pada dini hari berakhir dengan kabar duka. Seorang buruh tani ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Rabu (22/7/2026) pagi WIB.
Korban diketahui bernama Sugeng (48), warga setempat. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi usai berbincang dengan anggota keluarganya mengenai kondisi ekonomi keluarga. Salah seorang anggota keluarga kemudian mengecek ke kamar mandi dan mendapati korban sudah tergantung menggunakan seutas tali yang diikat pada bagian atas tembok kamar mandi. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada kepala dusun dan diteruskan ke Polsek Plosoklaten.
Kapolsek Plosoklaten Polres Kediri, AKP Didik Suryono SH, membenarkan adanya laporan tersebut. AKP Didik menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat membicarakan persoalan ekonomi dan banyaknya utang yang menjadi tanggungan keluarga hingga terjadi adu mulut. Setelah itu korban meninggalkan ruang tengah menuju kamar mandi, sementara anggota keluarga berusaha mencari jalan keluar atas persoalan tersebut. Saat korban tidak kunjung kembali, keluarga melakukan pengecekan dan menemukan korban dalam keadaan tergantung.
“Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tim identifikasi Satreskrim Polres Kediri bersama petugas medis Puskesmas Pranggang menunjukkan korban meninggal dunia akibat g*ntung diri. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan,” kata AKP Didik.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi agar jenazah segera dimakamkan. Polisi memastikan penanganan perkara telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. (stm)
Catatan: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan berat, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendiri. Bicarakan dengan keluarga, teman, tokoh yang dipercaya, atau tenaga profesional agar bisa mendapatkan bantuan secepatnya.































