
KEDIRI (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diserahkan secara simbolis di Kantor Kecamatan Pesantren, dipimpin langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Program penyaluran BLT DBHCHT ini menyasar ribuan warga dari berbagai kategori kesejahteraan sosial. Bantuan tersebut ditujukan secara khusus kepada anak yatim, fakir miskin, lansia, anak berhadapan dengan hukum (ABH), hingga penyandang disabilitas berat yang tersebar di berbagai wilayah Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah dinamika kebutuhan hidup saat ini. “Program BLT DBHCHT ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian ekstra di tengah dinamika kebutuhan hidup saat ini,” ujar Mbak Wali.
Mbak Wali juga berpesan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara bijak oleh para penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. “Mbak Wali berharap, dengan adanya bantuan ini benar benar bisa meringankan beban yang dihadapi oleh penerima, ia berpesan agar bisa dimanfaatkan dengan bijak untuk kebutuhan pokok keluarga,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Mutakin, memaparkan rincian total keseluruhan penerima BLT DBHCHT se-Kota Kediri yang mencakup angka cukup besar. Bantuan tersebut tersalurkan kepada 11.405 anak yatim, 2.797 warga kategori fakir miskin, 533 lansia, 10 anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta 60 penyandang disabilitas berat.
Terkait teknis pelaksanaan, Imam menjelaskan bahwa kegiatan di Kantor Kecamatan Pesantren hari ini merupakan penyerahan simbolis kepada 24 lansia, 30 fakir miskin, 10 ABH, serta kunjungan langsung ke kediaman 2 penyandang disabilitas berat di Kelurahan Burengan dan Tosaren, Kecamatan Pesantren.
Adapun besaran nominal bantuan bervariasi, yakni fakir miskin dan lansia mendapatkan 1 juta rupiah, disabilitas berat 6 juta rupiah, anak yatim 600 ribu rupiah, dan ABH sebesar 3,5 juta rupiah yang disalurkan melalui kartu Virtual Account Bank Jatim.
“Imam berpesan dengan adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pokok, kalaupun mereka memiliki penghasilan yang lain, harapannya bisa menambah alokasi untuk kebutuhan yang lain,” terang Imam.
Kebijakan pro-rakyat ini disambut penuh rasa syukur oleh para penerima manfaat. Yuli, salah satu warga Kelurahan Bangsal, mengaku sangat terbantu untuk mencukupi kebutuhan dapur di tengah situasi ekonomi yang menantang. “Di tengah kondisi ekonomi sulit seperti ini sangat terbantu, sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia berharap kehadiran pemerintah sangat diharapkan untuk terus berkontribusi dan terus memberikan dampak positif kepada masyarakatnya,” ungkap Yuli. (sof/nhd)






























