Beranda Kediri Raya Disparbud Kediri Siapkan Amphitheater, Museum Daerah Diproyeksikan Jadi Pusat Budaya

Disparbud Kediri Siapkan Amphitheater, Museum Daerah Diproyeksikan Jadi Pusat Budaya

75

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) mendorong pembangunan Museum Daerah di Desa Menang, Kecamatan Pagu, tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan dan edukasi sejarah. Kawasan tersebut disiapkan sebagai ruang tumbuhnya seni dan kebudayaan melalui pembangunan amphiteater yang mengangkat karakter khas Kediri.

Pembangunan museum kini memasuki tahap ketiga dengan sejumlah pekerjaan yang diarahkan untuk memperkuat identitas kawasan. Selain pembaruan wajah bangunan, proyek tersebut mencakup pembangunan amphitheater berkapasitas sekitar 1.000 penonton, lengkap dengan elemen arsitektur bernuansa Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan kehadiran amphitheater diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni dan budaya untuk menampilkan karya mereka.

“Amphitheater ini memang didesain untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni dan budaya di Bumi Panjalu. Harapannya, banyak pertunjukan yang bisa digelar secara konsisten sebagai salah satu destinasi di Kabupaten Kediri,” ujar Mustika.

Menurutnya, Disparbud Kabupaten Kediri tengah menyiapkan skema pengelolaan, termasuk penyusunan jadwal pertunjukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, amphitheater tidak hanya digunakan pada momentum tertentu, tetapi dapat menjadi salah satu daya tarik kawasan museum.

“Hadirnya amfiteater ini bisa menjadi salah satu daya tarik bagi area museum ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa proses perencanaan pembangunan tahap ketiga melibatkan Disparbud Kabupaten Kediri. Kolaborasi tersebut dilakukan agar desain dan fasilitas museum dapat merepresentasikan kebudayaan khas daerah.

“Dengan demikian, harapannya pembangunan museum bisa mewakili kebudayaan khas Kabupaten Kediri,” kata Irwan.

Amphitheater tersebut dirancang dengan kapasitas kurang lebih 1.000 penonton. Pada bagian panggung akan dibangun gapura bentar yang menjadi salah satu elemen khas Kediri dan ditargetkan rampung pada November mendatang.

Untuk memperkuat identitas kawasan, bagian belakang panggung juga akan dilengkapi tembok memanjang yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi maupun relief. Area tersebut sekaligus dirancang sebagai jalur sirkulasi bagi para pementas ketika menuju maupun meninggalkan panggung.

Mustika menambahkan, pembangunan kawasan museum merupakan salah satu perhatian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam memperkuat Objek Pemajuan Kebudayaan. Nantinya, museum, amphitheater, Kantor Disparbud, dan Kantor Dewan Kesenian Kabupaten Kediri berada dalam satu kawasan.

“Mas Bupati berharap kompleks museum ini bisa menjadi one stop cultural service,” pungkas Mustika.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini