KEDIRI – KUBUS.ID Polemik pengelolaan pasar tradisional di Kota Kediri meluas hingga ke Pasar Pahing. Menyusul gejolak yang terjadi di Pasar Bandar, para pedagang Pasar Pahing yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Joyoboyo turut menyuarakan aspirasi serupa melalui aksi protes dan desakan audiensi.
Pujito, perwakilan pedagang Pasar Pahing, mengungkapkan bahwa tuntutan yang disuarakan oleh para pedagang mencakup beberapa poin krusial demi kelangsungan usaha mereka sehari-hari di area pasar.
“Adapun yang menjadi tuntutan kami mencakup penolakan kenaikan retribusi, desakan mempertahankan status Hak Pakai, perbaikan fasilitas pasar yang rusak, serta penertiban area parkir dan pedagang kaki lima yang dinilai mengganggu akses dan operasional toko,” ujar Pujito.
Kenaikan tarif retribusi yang dinilai sangat memberatkan ini membuat para pedagang merasa tertekan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Mereka menilai lonjakan hingga enam kali lipat tersebut tidak sebanding dengan fasilitas dan pendapatan yang mereka peroleh saat ini.
Dalam kesempatan yang sama, Kholik, salah seorang penjual di Pasar Pahing, menyampaikan bahwa perwakilan perkumpulan pedagang sebenarnya telah berupaya menempuh jalur komunikasi formal dengan pihak pengelola pasar.
“Perkumpulan pedagang sudah melakukan audiensi dengan pihak Perumda, namun hingga kini masih belum menemui titik temu,” kata Kholik.
Para pedagang berharap agar manajemen Perumda Pasar Joyoboyo lebih terbuka dan bersedia mengakomodasi suara dari bawah dalam setiap pengambilan kebijakan operasional pasar ke depannya.
“Kami berharap segera dapat dipertemukan dan duduk bersama dengan pihak Perumda agar kebijakan yang dibuat sejalan dengan apa yang diharapkan pedagang,” pungkas Kholik.
Sampai berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri terkait meluasnya polemik pasar ini.(sof/ikj)





























