Beranda Jawa Timur Heboh Isu Populasi Sapi Blitar Anjlok 30 Ribu Ekor, Disnakkan Akhirnya Buka...

Heboh Isu Populasi Sapi Blitar Anjlok 30 Ribu Ekor, Disnakkan Akhirnya Buka Suara!

1

BLITAR,KUBUS.ID – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar meluruskan informasi terkait penurunan populasi sapi potong yang sebelumnya sempat disebut mencapai 30 ribu ekor. Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar, Herry Widyatmoko, menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penyampaian data yang sempat beredar di tengah pelaksanaan kontes sapi beberapa waktu lalu.

Herry menjelaskan, berdasarkan data terbaru, populasi sapi potong di Kabupaten Blitar saat ini berada di kisaran 137 ribu ekor. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan sebelum merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang saat itu mencapai sekitar 142 ribu ekor.

“Kami mohon maaf atas kekeliruan rilis data sebelumnya. Berdasarkan data resmi, penurunan populasi sapi potong sekitar 5.000 ekor dalam kurun waktu tiga tahun, bukan 30.000 ekor seperti yang sempat disampaikan,” ujar Herry.

Meski tidak sebesar informasi yang sempat beredar, Disnakkan menilai penurunan populasi sapi tetap menjadi perhatian serius. Rata-rata jumlah sapi potong berkurang sekitar 1.500 hingga 2.000 ekor setiap tahun.

Menurut Herry, penurunan tersebut tidak hanya dipengaruhi dampak wabah PMK, tetapi juga tingginya tingkat penyembelihan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, serta distribusi atau penjualan sapi ke luar daerah.

“Penurunan ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor. Bukan hanya akibat PMK, tetapi juga karena kebutuhan pasar yang tinggi dan arus penjualan ternak ke luar daerah,” jelasnya.

Berkurangnya populasi sapi juga mulai dirasakan para pelaku usaha di sektor peternakan, terutama jagal dan pedagang sapi. Ketersediaan sapi siap potong dinilai semakin terbatas, sementara harga sapi hidup terus mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut membuat biaya pembelian sapi meningkat, sedangkan harga jual daging di pasaran tidak mengalami kenaikan yang sebanding. Akibatnya, margin keuntungan pelaku usaha pemotongan sapi menjadi semakin tipis.

Disnakkan menyebut pemulihan populasi sapi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Proses pembiakan sapi potong membutuhkan waktu relatif panjang, ditambah adanya aturan yang melarang penyembelihan sapi betina produktif sebagai upaya menjaga keberlangsungan populasi.

Pemerintah Kabupaten Blitar pun terus mendorong peningkatan populasi melalui berbagai program pembinaan peternak, termasuk penyelenggaraan kontes sapi yang diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengembangkan usaha peternakan sapi potong.

Kabupaten Blitar selama ini dikenal sebagai salah satu daerah pemasok sapi potong di Jawa Timur. Karena itu, menjaga stabilitas populasi ternak menjadi salah satu upaya penting untuk mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan daging di wilayah tersebut. (ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini