Beranda Jawa Timur Influenza A Naik di Jawa Timur, Pakar: Bukan Lonjakan yang Mengkhawatirkan

Influenza A Naik di Jawa Timur, Pakar: Bukan Lonjakan yang Mengkhawatirkan

191
Dr. dr. Windu Purnomo, Pakar Biostatistik Epidemiologi FKM Universitas Airlangga

KEDIRI (KUBUS.ID) — Kasus influenza A dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Jawa Timur. Namun, peningkatan tersebut dinilai masih dalam pola musiman dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Pakar Biostatistik Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. dr. Windu Purnomo, menjelaskan peningkatan influenza A memang biasa terjadi ketika musim kemarau berakhir dan memasuki musim hujan. Kondisi serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Windu, istilah super flu yang beredar di masyarakat perlu diluruskan. Influenza A memiliki sejumlah subtipe, di antaranya H1N1 dan H3N2. Influenza A yang saat ini mengalami peningkatan disebutnya lebih banyak berkaitan dengan H1N1, bukan H3N2 yang kerap disebut sebagai super flu.

Dari sisi gejala, influenza A umumnya ditandai demam tinggi yang muncul secara mendadak. Gejalanya hampir menyerupai influenza lainnya, tetapi perlu dibedakan dengan common cold atau selesma yang biasanya memiliki gejala lebih ringan dan demam tidak terlalu tinggi. Masa inkubasi influenza A rata-rata sekitar dua hari.

Windu menyebut tingkat penularan influenza A berada pada kisaran 1,5 hingga 2, sehingga satu orang yang terinfeksi rata-rata dapat menularkan kepada sekitar dua orang lainnya. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah varian COVID-19 yang pernah mengalami tingkat penularan lebih tinggi.

Meski secara umum gejalanya ringan, influenza A dapat menjadi lebih berat pada kelompok tertentu, terutama lansia, balita atau anak di bawah lima tahun, serta orang dengan penyakit penyerta. Kondisi seperti demam tinggi yang disertai kurangnya asupan cairan juga dapat memperburuk keadaan.

Windu mengatakan Jawa Timur termasuk wilayah dengan kasus influenza A yang tinggi dibandingkan sejumlah provinsi lain di Indonesia. Namun, kondisi pelayanan kesehatan saat ini belum menunjukkan tekanan yang mengkhawatirkan. Sebagian besar pasien masih menjalani rawat jalan dan belum terlihat peningkatan kebutuhan rawat inap maupun perawatan intensif.

Ia mengingatkan masyarakat tetap waspada tetapi tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar di media sosial mengenai rumah sakit yang disebut penuh akibat influenza A.

Masyarakat yang mengalami gejala berat atau kondisi yang memburuk disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini