(KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali mengadakan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dijadwalkan mulai Senin (20/7) hingga Jumat (24/7) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan serta harga bahan pokok di pasaran.
Pelaksanaan GPM disebar di berbagai titik wilayah Kota Kediri guna menjangkau masyarakat secara lebih luas. Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan ini bertempat di Balai Kelurahan Bangsal pada Senin (20/7), Balai Kelurahan Banjarmlati pada Selasa (21/7), serta area Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo pada Rabu (22/7).
Selanjutnya, program ini berlanjut ke Balai Kelurahan Bawang pada Kamis (23/7), dan ditutup pada Jumat (24/7) di SMPN 1 Kediri dalam rangka memperingati HUT Palasari.
Kepala DKPP Kota Kediri, Un Ahmad Nurdin, mengungkapkan hari ini dilaksanakan di area Balai RW 1 Kelurahan Kaliombo dan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain itu, GPM juga berfungsi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga di tengah masyarakat, khususnya usai periode pendaftaran sekolah yang kerap memengaruhi daya beli.
“Kami melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama lima hari sebagai tindak lanjut arahan dari Bapanas sekaligus untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Un.
Dalam menyukseskan program ini, Pemkot Kediri menggandeng sejumlah mitra kerja terkemuka. Perum Bulog menyediakan beras medium SPHP, PG Meritjan memasok gula konsumsi, dan PT SMS menyediakan minyak goreng.
Selain itu, Perumda Pasar Joyoboyo turut andil menyediakan aneka cabai, sementara para petani serta peternak mitra DKPP melengkapi ketersediaan komoditas berupa sayuran hidroponik, telur ayam, hingga susu kambing.
Seluruh komoditas yang dijajakan dalam kegiatan GPM dijual dengan harga di bawah atau maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kebijakan ini membuat harga pangan jauh lebih ekonomis dibandingkan harga pasaran bebas, terlebih di tengah potensi keterbatasan pasokan.
“Di setiap lokasi kami menyiapkan sekitar 400 paket sembako. Sementara untuk komoditas lainnya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Kami tidak membatasi jumlah pembelian, namun kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Kediri,” jelasnya.
Menanggapi pelaksanaan program ini, pihak DKPP turut mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan cadangan pangan di wilayah Kota Kediri hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang aman dan terkendali.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying. Belanjalah sesuai kebutuhan karena stok pangan di Kota Kediri aman,” tambahnya.
Kehadiran program pasar murah ini disambut antusias oleh masyarakat, salah satunya Yulianti, seorang warga Kelurahan Kaliombo. Ia mengaku sangat terbantu karena pelaksanaan GPM dinilai sangat tepat waktu di tengah tingginya pengeluaran rumah tangga untuk biaya pendidikan anak beberapa bulan terakhir.
“Harganya lebih murah tetapi kualitasnya tetap bagus, jadi sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dapur. Saya hampir selalu datang kalau ada GPM karena lokasinya mudah dijangkau dan bisa berbelanja lebih hemat,” ungkapnya.
Melalui kelancaran kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat berharap program intervensi pasar dari pemerintah dapat terus diselenggarakan secara rutin. Dengan demikian, semakin banyak warga yang terbantu dalam meringankan beban pengeluaran ekonomi serta mencukupi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari secara berkelanjutan.(sof/stm)































