Beranda Kediri Raya Pemkab Kediri Hibahkan Lahan 6 Hektare untuk Pembangunan Hotel Haji

Pemkab Kediri Hibahkan Lahan 6 Hektare untuk Pembangunan Hotel Haji

2143
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kediri, Sukadi. (Dok. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung operasional penerbangan haji internasional melalui Bandara Dhoho pada musim haji 2027. Salah satu langkah strategis yang disiapkan yakni menghibahkan lahan seluas 6 hektare di Desa Kalipang, Kecamatan Tarokan, kepada Kementerian Haji sebagai lokasi pembangunan Hotel Haji.

Komitmen tersebut disampaikan usai Pemerintah Kabupaten Kediri mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pertemuan itu dihadiri berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kesiapan penyelenggaraan embarkasi haji internasional melalui Bandara Dhoho Kediri.

Dalam rapat tersebut, masing-masing stakeholder memaparkan kesiapan sesuai bidangnya. Pihak angkasa pura, misalnya, menyampaikan kesiapan fasilitas, perlengkapan, dan berbagai komponen pendukung operasional penerbangan internasional. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam mendukung layanan haji tahun 2027.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari infrastruktur hingga penyediaan lahan bagi pembangunan Hotel Haji.

“Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyiapkan lahan seluas 6 hektare di Desa Kalipang, Kecamatan Tarokan, yang akan dihibahkan kepada Kementerian Haji untuk pembangunan Hotel Haji. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah Kabupaten Kediri terhadap pengembangan layanan embarkasi haji internasional melalui Bandara Dhoho,” ujar Sukadi.

Selain penyediaan lahan, lanjut Sukadi, akses menuju Bandara Dhoho juga telah dievaluasi dan dinilai siap. Konektivitas melalui jalan nasional, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten telah tersedia sehingga mampu mendukung kelancaran mobilitas calon jemaah haji maupun petugas.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga memastikan kesiapan fasilitas akomodasi di sekitar kawasan bandara. Sejumlah hotel berbintang dan hotel besar di wilayah Kediri dinilai telah memenuhi persyaratan untuk mendukung kebutuhan penginapan dan pelayanan bagi calon jemaah haji.

Menurut Sukadi, pembangunan Hotel Haji merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan memberikan manfaat tidak hanya saat musim haji, tetapi juga sepanjang tahun.

“Harapan kami, Hotel Haji ini tidak hanya dimanfaatkan pada musim haji, tetapi juga dapat digunakan untuk melayani jamaah umrah maupun tamu umum. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun akan tetap produktif, sekaligus memberikan kemudahan akses dan pelayanan bagi masyarakat maupun pengguna Bandara Dhoho,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sukadi menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan fasilitas tersebut. Kementerian Haji telah merencanakan pembangunan Hotel Haji di Kediri pada tahun 2027 dengan alokasi anggaran sekitar Rp80 miliar.

“Seluruh pembiayaan pembangunan Hotel Haji berasal dari Kementerian Haji sehingga tidak membebani APBD Kabupaten Kediri. Pemerintah daerah berperan menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk penyediaan lahan dan infrastruktur,” ungkapnya.

Dengan kesiapan infrastruktur yang semakin baik, dukungan akomodasi, serta komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri menghibahkan lahan untuk pembangunan Hotel Haji, Kabupaten Kediri optimistis mampu menjadi salah satu pusat layanan embarkasi haji internasional di Jawa Timur. Keberadaan Hotel Haji diharapkan semakin memperkuat ekosistem layanan penerbangan haji melalui Bandara Dhoho sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan pelayanan bagi masyarakat dalam jangka panjang.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini