Tulungagung, (KUBUS.ID) – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung berencana membangun kembali ruang kelas SDN 1 Babadan di Kecamatan Karangrejo yang ambruk pekan lalu. Upaya penanganan ini langsung dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk alokasi anggaran perbaikan. Keputusan final mengenai total renovasi masih menunggu hasil survei teknis bangunan secara menyeluruh.
Peninjauan lanjutan dijadwalkan menyasar struktur bangunan ruang kelas lainnya guna memastikan tingkat kelayakan dan keamanan jangka panjang. Langkah ini diambil karena ada kekhawatiran kerusakan atap menjalar ke ruang kelas di sekitarnya yang posisinya saling berdampingan.
Pj Sekda Tulungagung, Tri Hariadi mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah bergerak cepat merespons insiden runtuhnya fasilitas pendidikan tersebut. Proses penganggaran kini sedang digodok agar proses pengerjaan fisik bisa segera direalisasikan.
“Nanti segera kita alokasikan ya untuk (SDN) Babadan 1 karena roboh ya. Kemarin sempat diekspos. Ya standarnya kita ngikutilah standar yang ada, cuma itu sudah kita bahas dan ke depan untuk PAK kita siapkan anggarannya,” kata dia.
Mekanisme regulasi anggaran membuat alokasi dana dimasukkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Tri Hariadi menargetkan realisasi pembangunan fisik tidak sampai melompat ke tahun anggaran berikutnya karena kebutuhan fasilitas belajar siswa bersifat mendesak.
“Target 2026 lah. Kalau hal semacam itu memang segera dibutuhkan, iya kan,” ucapnya.
Mengenai besaran dana yang dikucurkan, TAPD belum menetapkan nominal pasti. Pemerintah daerah masih harus menunggu hasil rincian estimasi biaya resmi dari dinas teknis terkait yang menangani perhitungan infrastruktur.
“Belum. Belum, kan harus dihitung dulu dari PU,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya menjelaskan bahwa ruang kelas yang ambruk tersebut sebenarnya sudah dikosongkan sebelum insiden terjadi. Pihak sekolah sengaja memindahkan aktivitas siswa demi menghindari risiko jatuhnya korban.
“Memang kemarin itu kita sudah melakukan peninjauan ke sana. Memang sebenarnya sehari sebelumnya kan belum ambruk, memang kita jadwalkan untuk hari Selasa kalau enggak salah. Tapi malamnya ternyata sudah ambruk. Nah, tapi yang jelas kelas itu kan memang sudah tidak terpakai,” ujarnya.
Kerusakan utama terjadi pada ruang kelas 6, sedangkan ruang kelas 5 mengalami kerusakan struktural pada bagian atap akibat tertarik beban material yang runtuh. Dinas Pendidikan menggandeng Dinas PU untuk melihat kekuatan sisa bangunan sekolah secara keseluruhan pada hari Selasa ini.
“Nah itu nanti akan kita lihat dulu untuk menentukan apakah nanti itu kita rehab semuanya atau beberapa kelas aja. Karena ini kan perlu kajian teknis juga untuk menentukan itu,” terangnya.
Imbas ambruknya bangunan, siswa kelas 5 dan 6 terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar menggunakan ruang perpustakaan dan musala sekolah. Dinas Pendidikan memproyeksikan target pelaksanaan konstruksi bisa dimulai dalam waktu dekat tanpa harus menunggu waktu yang terlalu lama.
“Kalau mulai pembangunan target kita ya secepatnya. Kalau bisa enggak sampai Agustus,” sebutnya.
Guna mengantisipasi gangguan belajar saat pengerjaan proyek fisik dimulai, Dinas Pendidikan berencana berkoordinasi dengan BPBD untuk mendirikan tenda darurat. Dwi Teguh turut meminta para guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Tulungagung aktif melaporkan kondisi terkini bangunan sekolah mereka ke dinas agar pemutakhiran data mitigasi bisa berjalan optimal.
“Terus untuk wali siswa, saya harap untuk tetap-tetap tenang bahwa apa yang sudah kita lakukan ini sudah optimal juga, kita sudah juga memitigasi nantinya mana kelas-kelas mana yang bisa dipakai atau enggak,” terangnya. (dit)






























