KEDIRI, KUBUS.ID – Menandai momentum setelah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri langsung tancap gas meningkatkan kualitas anggotanya. Hari ini, Satpol PP menggelar kegiatan pembinaan dan upgrade kapasitas yang diikuti oleh tiga pleton personel, dengan total kurang lebih 100 orang. Kegiatan intensif ini didesain untuk menyegarkan kembali keterampilan lapangan sekaligus memperkuat mentalitas pelayanan publik.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Kota Kediri menggandeng Satuan Brigade Mobil (Brimob) untuk memberikan materi latihan dasar Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Kerja sama ini bertujuan untuk mengasah kembali aspek kedisiplinan, ketegasan, dan kecepatan gerak dalam skenario kerja sama tim. Melalui gemblengan fisik dan taktis ini, para personel diharapkan memiliki kesiapan prima saat diterjunkan di tengah masyarakat.
Kepala Satpol PP Kota Kediri, Paulus Luhur Budi, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa latihan bersama Brimob ini sangat krusial untuk membentuk karakter aparat yang sigap. Kendati dilatih dengan disiplin tinggi, aspek pendekatan humanis kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Materi latihan dasar PBB ini ditujukan untuk melatih kedisiplinan, ketegasan, dan kecepatan dengan bekerja sama dengan Brimob. Tujuannya agar anggota lebih tanggap dan trengginas apabila diturunkan untuk penertiban dan penegakan perda, namun tetap dengan cara yang humanis namun tegas,” ujar Paulus.
Selain fokus pada ketangkasan fisik di lapangan, para peserta juga dibekali materi berbasis kelas untuk memantapkan manajemen operasional internal. Sesi kelas ini membahas secara detail mengenai regulasi pergantian shift, SOP kegiatan lapangan, hingga mekanisme serah terima tugas yang akuntabel. Hal ini penting guna memastikan tidak ada celah kekosongan pengawasan dalam menjaga ketertiban kota.
Istimewanya, kegiatan pembinaan ini juga menghadirkan Kepala Kantor Bea Cukai beserta jajarannya sebagai pemateri khusus. Kehadiran pihak Bea Cukai bukan tanpa alasan, mengingat seluruh pendanaan penyelenggaraan acara upgrade kapasitas ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sinergi ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal kebijakan negara di daerah.
Dalam sesi bersama Bea Cukai, fokus materi diarahkan pada pemahaman regulasi mendalam terkait operasi pasar. Pengetahuan ini menjadi senjata utama bagi personel Satpol PP dalam rangka penertiban peredaran rokok ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat di wilayah Kota Kediri. Dengan pemahaman regulasi yang matang, penegakan hukum di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Tidak hanya mengasah fisik dan regulasi, aspek psikologis personel juga menjadi perhatian serius. Panitia menghadirkan motivator profesional untuk membangun kembali mental dan menyuntikkan semangat baru bagi seluruh anggota Satpol PP. Motivasi ini dinilai sangat krusial mengingat dinamika tugas Satpol PP yang sangat tinggi dan menuntut kesiapan penuh setiap saat.
Paulus menambahkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap kinerja Satpol PP saat ini semakin besar. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan penyegaran seperti ini bisa menjadi agenda rutin tahunan demi menjaga performa terbaik korps penegak perda tersebut.
“Tugas Satpol PP itu tidak terbatas waktu dan dibutuhkan masyarakat selama 24 jam. Sehingga dengan kegiatan ini harapannya bisa dilakukan setiap tahun, meskipun pada dasarnya anggota sudah memiliki kapasitas kemiliteran, agar selalu ter- upgrade skill dan semangatnya untuk melayani masyarakat,” pungkas Paulus.(sof/ikj)































