KEDIRI, KUBUS.ID – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan kunjungan mendadak ke kediaman Suprihatin di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, setelah mendapat laporan adanya warga yang menderita tetanus akibat tertusuk kawat.
Warga tersebut bernama Suprihatin yang tinggal bersama suaminya, Muryadi, di sebuah bangunan pasar yang tidak layak huni dan sempat menjalani perawatan di beberapa Rumah Sakit, namun kesehatannya belum pulih sepenuhnya.
Dalam kunjungannya, Walikota termuda tersebut langsung berkoordinasi dengan Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran untuk menyiapkan perawatan lanjutan bagi Suprihatin, meskipun pasien saat ini masih dalam tahap pendekatan persuasi medis agar bersedia dibawa kembali ke rumah sakit.
Selain masalah kesehatan, kunjungan ini juga mengungkap persoalan administrasi terkait bantuan sosial yang terhenti akibat perubahan status desil keluarga dari desil 1 menjadi desil 6. Perubahan data kesejahteraan tersebut membuat Muryadi, yang sehari-hari hanya bekerja sebagai penjual kopi keliling di sekitar Pasar Tempurejo, tidak lagi menerima bantuan berupa beras maupun uang tunai.
Menanggapi ketidaksesuaian data di lapangan ini, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menegaskan bahwa pihak pemerintah akan segera melakukan pencocokan dan penyesuaian ulang agar kondisi faktual keluarga tersebut kembali tercatat pada desil 1 yang berhak menerima bantuan sosial. “Kami akan segera melakukan pencocokan dan penyesuaian ulang di lapangan agar kondisi faktual keluarga tersebut kembali tercatat pada desil 1 yang berhak menerima bantuan sosial.” Jelas Mbak Wali.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat Muryadi merasa sangat kesulitan menghadapi beban biaya pengobatan istrinya yang harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Pasangan suami istri ini juga belum mampu memperbaiki tempat tinggal mereka secara mandiri karena bangunan yang mereka tempati selama ini merupakan aset pasar dan bukan milik pribadi.
Menyadari kondisi hunian yang memprihatinkan tersebut, Pemerintah Kota Kediri memasukkan rencana renovasi rumah Suprihatin dan Muryadi ke dalam daftar prioritas penanganan agar keduanya bisa menempati tempat yang lebih layak.
Walikota menyatakan bahwa jajarannya akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara berkala guna memastikan tidak ada warga kurang mampu yang luput dari perhatian pemerintah. “Kami ingin memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi warga yang mengalami kondisi darurat kesehatan dan kesulitan ekonomi,” terang Walikota.
Mbak Wali mengimbau jajaran kelurahan dan kecamatan agar lebih proaktif mendata dan melaporkan permasalahan sosial di wilayahnya, sehingga melalui langkah cepat Pemkot Kediri ini, proses pemulihan kesehatan Suprihatin dapat segera berjalan optimal tanpa terbebani persoalan biaya maupun administrasi tempat tinggal berkat sinergi kunci antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak lingkungan setempat dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan secara tuntas dan tepat sasaran. “Kami mengimbau jajaran kelurahan dan kecamatan agar proaktif mendata permasalahan sosial, sehingga sinergi pemda, tenaga kesehatan, dan warga dapat mempercepat pemulihan kesehatan tanpa terbebani biaya maupun administrasi demi penyelesaian kemanusiaan yang tepat sasaran.” Tegas Mbak Wali.
Mendapat respons cepat dari pemerintah, Muryadi menyampaikan rasa syukur dan terimakasih karena sang istri akhirnya mendapatkan perhatian serius terkait kondisi kesehatannya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Wali Kota yang sudah datang langsung dan memberikan perhatian kepada istri saya,” ujar Muryadi.
Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk menindaklanjuti tiga permasalahan utama yang dihadapi keluarga Suprihatin secara komprehensif, yakni penanganan kesehatan lanjutan, perbaikan rumah, serta validasi ulang data kesejahteraan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan intervensi sosial dapat terakomodasi dengan tepat sesuai dengan realitas kondisi di lapangan.(sof/art)






























