Beranda Kediri Raya OJK Kediri Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, 3.911 Peserta Ikuti Edukasi...

OJK Kediri Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, 3.911 Peserta Ikuti Edukasi Sepanjang 2026

1

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah kerjanya melalui rangkaian edukasi, sosialisasi, serta penguatan kolaborasi bersama industri jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan.

Sepanjang 2026, OJK Kediri telah melaksanakan 11 kegiatan edukasi keuangan syariah yang diikuti sedikitnya 3.911 peserta. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK Kediri untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap prinsip, manfaat, serta ragam produk dan layanan keuangan syariah.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, peningkatan literasi menjadi fondasi penting dalam mendorong masyarakat agar semakin mengenal dan mampu memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah secara tepat.

“OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui edukasi, sosialisasi, serta penguatan kolaborasi dengan industri dan berbagai pemangku kepentingan. Edukasi ini kami arahkan agar masyarakat tidak hanya memahami konsep keuangan syariah, tetapi juga semakin mengenal dan memanfaatkan produk serta layanannya sesuai kebutuhan,” ujar Ismirani.

Beragam program edukasi digelar dengan menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas, masyarakat umum hingga kalangan pesantren. Kegiatan tersebut antara lain School of Syariah (SOS) Ngawi yang diikuti 200 peserta, Ngabuburich sebanyak 48 peserta, Sakinah Kediri 100 peserta, Sakinah Blitar 100 peserta, serta Ramadhan Smart Insight yang melibatkan 150 peserta.

Selain itu, OJK Kediri juga menggelar Bincang Syariah dengan 23 peserta, Talkshow Keuangan Syariah melalui Radio Andika sebanyak empat episode dengan estimasi jangkauan sekitar 2.000 peserta, serta Sakinah Lirboyo yang diikuti 1.000 peserta.

Penguatan edukasi juga dilakukan melalui Kunjungan Studi UIN dengan 40 peserta, Seminar Mahasiswa UIN sebanyak 100 peserta, serta Training of Trainers (ToT) BI SYIAR yang diikuti 150 peserta.

Ismirani menegaskan, peningkatan inklusi keuangan syariah tidak dapat dilakukan oleh OJK dan industri jasa keuangan secara sendiri. Menurutnya, diperlukan sinergi berkelanjutan antara regulator, industri, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, pesantren, serta masyarakat.

“Kami melihat masih terdapat ruang yang sangat besar untuk terus mengembangkan inklusi keuangan syariah. Karena itu, sinergi menjadi kunci. OJK Kediri akan terus mendorong kolaborasi agar akses terhadap produk dan layanan keuangan syariah semakin mudah, terjangkau, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sejalan dengan penguatan literasi, OJK Kediri juga mendorong industri jasa keuangan untuk menghadirkan produk dan layanan syariah yang semakin mudah diakses masyarakat. Kehadiran produk yang relevan, terjangkau, dan inklusif dinilai penting agar peningkatan pemahaman masyarakat dapat berlanjut menjadi peningkatan penggunaan layanan keuangan syariah.

Melalui konsistensi edukasi dan perluasan akses tersebut, OJK Kediri berkomitmen menjadikan keuangan syariah sebagai salah satu bagian penting dalam memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di wilayah kerja OJK Kediri.

Sebelas kegiatan edukasi keuangan syariah sepanjang 2026 dengan total 3.911 peserta tersebut menjadi bukti bahwa penguatan literasi terus dilakukan OJK Kediri secara berkelanjutan, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat pertumbuhan inklusi keuangan syariah di daerah.(atc)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini