KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri terus memperkuat pembinaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong produk UMKM semakin inovatif, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Berbagai pelatihan diberikan Dinas Kopusmik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Materi pelatihan meliputi peningkatan kualitas produk keripik, pengolahan minuman sari buah, teknik pengawetan menggunakan bahan alami, hingga pengembangan dan inovasi kemasan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kabupaten Kediri Santoso, mengatakan pengembangan produk dan kemasan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.
“Tidak hanya kualitas produknya yang perlu ditingkatkan, kemasan juga menjadi bagian penting karena menjadi identitas sekaligus daya tarik sebuah produk. Karena itu, kami terus memberikan pelatihan dan pendampingan agar UMKM semakin mampu memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Santoso.
Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Dinas Kopusmik juga menyiapkan fasilitas yang dapat mendukung proses produksi hingga pemenuhan legalitas produk.
Salah satunya melalui Rumah Produksi Bersama (RPB) 1 yang difungsikan untuk memfasilitasi penerbitan nomor izin edar bagi produk minuman. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memenuhi aspek legalitas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Dinas Kopusmik juga tengah mengembangkan Rumah Produksi Bersama 2 yang nantinya diarahkan untuk mendukung pengembangan produk makanan olahan.
“RPB 1 kami manfaatkan untuk mendukung produk minuman, termasuk dalam proses pemenuhan nomor izin edar. Selanjutnya, kami sedang mengembangkan RPB 2 untuk produk makanan olahan. Harapannya, fasilitas ini bisa semakin memperkuat UMKM dari sisi produksi maupun legalitas,” jelas Santoso.
Sementara untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam menghadirkan kemasan yang menarik dan sesuai karakter produk, Dinas Kopusmik kini memasuki tahap persiapan pembukaan Pusat Layanan Kemasan.
Pusat layanan tersebut nantinya menyediakan jasa desain dan pencetakan kemasan bagi UMKM. Dengan adanya layanan ini, pelaku usaha diharapkan tidak lagi kesulitan mendapatkan kemasan yang representatif sekaligus mampu meningkatkan nilai jual produknya.
“Kami sedang menyiapkan Pusat Layanan Kemasan yang nantinya dapat dimanfaatkan UMKM untuk mendapatkan layanan desain dan cetak kemasan. Kami ingin produk UMKM semakin baik, tidak hanya dari kualitas produknya, tetapi juga dari sisi tampilan,” ungkapnya.
Melalui rangkaian pelatihan, penyediaan fasilitas produksi, dukungan legalitas, serta penguatan layanan kemasan, Dinas Kopusmik berkomitmen membangun ekosistem pembinaan UMKM yang lebih komprehensif.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong produk UMKM semakin berkualitas, memiliki daya saing dan nilai tambah, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.(atc/stm)






























