KEDIRI, (KUBUS.ID) – Musim kemarau yang disertai debu dan meningkatnya polusi udara mulai berdampak pada kesehatan anak. Dalam sebulan terakhir, kasus batuk, pilek, hingga sesak yang ditangani di Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) disebut meningkat dua hingga tiga kali lipat.
Dokter Spesialis Anak RSKK, dr. Chasan Ismail, mengatakan debu, angin, dan polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu gangguan kesehatan.
“Debu dan polusi ini mengiritasi saluran napas, membuat batuk, menurunkan daya tahan tubuh, dan menjadi sesak pada mereka yang berpotensi,” ujar dr. Chasan.
Menurutnya, anak-anak lebih rentan karena saluran napasnya lebih kecil dan sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Selain itu, frekuensi napas anak cenderung lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga paparan debu dan asap yang terhirup bisa lebih banyak.
Kasus yang datang ke rumah sakit memiliki tingkat keparahan berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Orang tua diminta mengenali kondisi anak sebelum menentukan apakah cukup dipantau di rumah atau perlu dibawa ke fasilitas kesehatan.
Jika anak masih aktif, tidak mengalami sesak, tetap mau makan dan minum, serta demam tidak tinggi, batuk ringan masih dapat dipantau di rumah. Namun, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami napas cepat, lemas, sulit makan atau minum, demam lebih dari tiga hari, sesak, muncul bunyi napas, atau tubuh tampak kebiruan.
“Kalau mulai muncul napasnya cepat, anak lebih malas atau lemas, tidak mau makan, apalagi demam lebih dari tiga hari, muncul bunyi ngik-ngik, bahkan sampai kebiruan, ini yang harus diwaspadai,” jelasnya.
Untuk mencegah gangguan pernapasan selama musim kemarau, orang tua disarankan melindungi anak dari paparan debu dan polusi, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Asupan nutrisi dan cairan juga perlu dicukupi. Orang tua juga diingatkan memastikan imunisasi anak lengkap, termasuk imunisasi untuk mencegah pneumonia dan influenza.
Khusus anak dengan riwayat asma atau alergi, kewaspadaan perlu ditingkatkan. Pencetus seperti debu, udara dingin, atau faktor lain yang biasa memicu keluhan sebaiknya dihindari.
Saat angin kencang dan kondisi berdebu, jendela rumah disarankan ditutup untuk mengurangi masuknya debu. Aktivitas di luar rumah juga sebaiknya dikurangi sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. (stm)






























