KEDIRI, (KUBUS.ID) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim mengingatkan masyarakat terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur. Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, terutama di perairan selatan mulai Pacitan hingga Banyuwangi.
Kepala Kelompok Unit Prakirawan BMKG Maritim Ady Hermanto, S.Si. mengatakan, kondisi gelombang tersebut dipengaruhi angin timuran yang secara klimatologis cenderung lebih kencang pada musim kemarau.
“Untuk gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter terutama di wilayah selatan Jawa Timur, dari Pantai Pacitan hingga Perairan Banyuwangi,” kata Ady.
Selain wilayah selatan, potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terjadi di Perairan Masalembu. Sementara itu, kondisi perairan utara Jawa Timur lainnya relatif berbeda dan perlu dipantau berdasarkan perkembangan cuaca serta angin.
Ady menjelaskan, kecepatan dan arah angin memiliki pengaruh terhadap ketinggian gelombang. Saat angin timuran menguat, kondisi gelombang di laut juga dapat meningkat.
“Jika angin sudah terasa agak kencang, otomatis di lautan juga akan terjadi gelombang yang cukup signifikan,” ujarnya.
Untuk jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, BMKG Maritim menilai kondisi secara umum masih cukup kondusif. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan arus laut yang cukup kuat di wilayah Selat Bali.
Ady mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, tetap berhati-hati serta mengikuti perkembangan informasi cuaca. (stm)































