Beranda Kediri Raya Pemkab Kediri Kejar Kasus TBC, Penemuan Diperkuat Demi Target Eliminasi 2030

Pemkab Kediri Kejar Kasus TBC, Penemuan Diperkuat Demi Target Eliminasi 2030

1

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC). Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.253 kasus TBC telah ditemukan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 2.132 kasus.

Meski terjadi peningkatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menegaskan bahwa bertambahnya angka temuan tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang semakin buruk. Sebaliknya, peningkatan temuan menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam menemukan penderita TBC agar segera mendapatkan penanganan sesuai standar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro, menjelaskan bahwa jumlah kasus yang ditemukan masih berada di bawah proyeksi kasus berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Kediri.

“Kalau dilihat dari proyeksi kasus berdasarkan jumlah penduduk, meskipun angkanya meningkat, sebenarnya masih jauh dari target kasus yang seharusnya ditemukan,” ujar Bambang.

Menurutnya, Dinas Kesehatan justru mendorong agar semakin banyak kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin. Setelah ditemukan, pasien akan mendapatkan tata laksana sesuai standar sehingga risiko penularan dapat ditekan.

“Upaya utama kami adalah menemukan kasus sebanyak-banyaknya untuk kemudian ditatalaksana sesuai standar. Ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penularan,” jelasnya.

Dinkes Kabupaten Kediri menargetkan langkah tersebut dapat mendorong penurunan kasus secara alamiah seiring semakin banyak penderita yang terdeteksi dan menjalani pengobatan secara tepat.

Bambang menambahkan, hingga akhir 2025 jumlah kasus TBC yang ditemukan di Kabupaten Kediri tercatat sekitar 2.800 kasus. Sementara pada Agustus 2026, jumlah temuan telah mencapai 2.253 kasus.

“Ketika kasus ditemukan, kemudian diobati dan ditangani sesuai standar, maka sumber penularannya bisa diputus. Harapannya, kasus akan menurun secara alamiah menuju eliminasi TBC pada 2030,” pungkasnya.

Langkah Pemkab Kediri melalui Dinas Kesehatan tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat pengendalian TBC, tidak hanya dengan mengobati pasien, tetapi juga memastikan semakin banyak kasus dapat ditemukan, ditangani, dan dipantau hingga tuntas.(atc/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini