KEDIRI, (KUBUS.ID) – Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026 cabang olahraga gimnastik yang memperebutkan Piala Bupati Kediri. Kejuaraan yang berlangsung pada 15–20 September 2026 tersebut dipusatkan di Hall Convention Center Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.
Kejurprov ini diikuti sekitar 270 atlet dari 21 kabupaten/kota di Jawa Timur. Sejumlah daerah yang ambil bagian di antaranya Kabupaten Kediri, Jombang, Lumajang, Sidoarjo, Malang, Trenggalek, Tuban, Bangkalan dan Gresik, serta Kota Blitar, Kota Kediri, Surabaya dan Madiun.
Gimnastik merupakan cabang olahraga yang memadukan kekuatan, kelenturan, kecepatan dan koordinasi gerak tubuh. Dalam perkembangannya, olahraga ini mencakup berbagai nomor, seperti senam artistik, gimnastik ritmik, gimnastik aerobik, senam akrobatik hingga parkour.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Mariya Ulfa menegaskan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan, khususnya dari kalangan pelajar. Menurutnya, potensi atlet muda perlu terus dipetakan dan dikembangkan melalui berbagai kompetisi agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Pembinaan sudah banyak dilakukan. Tadi juga ada apresiasi kepada pembina. Ada yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi pembina dan tetap konsisten melatih atlet-atlet prestasi melalui berbagai event,” ujarnya.
Wabup Dewi menyebut pelajar di Kabupaten Kediri juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atlet berprestasi. Karena itu, pemerintah terus mendorong pembinaan bersama para pembina dan pelatih yang memiliki pengalaman dalam mencetak atlet.
“Pelajar-pelajar kita ternyata juga berpotensi menjadi atlet. Dari situ kita latih dan kita siapkan untuk berbagai event, sehingga ke depan mereka bisa berprestasi, baik di tingkat provinsi, nasional maupun cabang internasional,” jelasnya.
Kejurprov Gimnastik Piala Bupati Kediri ini sekaligus menjadi ruang bagi para atlet muda untuk mengasah kemampuan dan mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.
Pembinaan yang dilakukan secara konsisten, didukung pelatih dan pembina berpengalaman, diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya atlet-atlet Kediri yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional hingga internasional.(atc/stm)































