KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bergerak cepat menindaklanjuti aksi vandalisme yang menimpa kereta pusaka Mbah Gleyor atau Mbah Glinding, kendaraan bersejarah yang diyakini sebagai titihan Bupati Kediri I. Langkah koordinatif bersama pemerintah desa dan aparat kepolisian dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Peristiwa tersebut diketahui warga pada Jumat (31/7) pagi. Kereta pusaka yang telah berusia ratusan tahun itu ditemukan dalam kondisi terdapat coretan pada bagian roda kayu serta papan di sisi kanan dan kiri kereta. Dugaan sementara menyebut pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), namun hingga kini penyebab dan motif aksi tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sebagai bentuk keseriusan dalam melindungi aset budaya daerah, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kandat. Disbudparpora Kabupaten Kediri juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan langkah penanganan dan upaya pelestarian terhadap benda bersejarah tersebut dapat dilakukan secara optimal.
Kepala Dusun Kandat, Samuji, mengatakan aksi vandalisme itu pertama kali diketahui warga saat beraktivitas pada Jumat pagi. Setelah mengetahui adanya kerusakan, pemerintah desa langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Kandat dan Disbudparpora Kabupaten Kediri.
“Kami baru mengetahui kejadian ini pada Jumat pagi. Saat dicek, terdapat coretan di roda kayu dan papan kanan-kiri kereta. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Polsek Kandat dan Disbudparpora Kabupaten Kediri untuk penanganan lebih lanjut sekaligus mengetahui motif pelaku,” ujarnya.
Menurut Samuji, tindakan tersebut sangat disayangkan karena kereta Mbah Gleyor merupakan peninggalan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kediri.
“Kami sangat menyesalkan perbuatan tercela terhadap kereta yang memiliki nilai sejarah tinggi. Coretan yang terlihat menyerupai gambar kepala orang dengan garis-garis di bagian atasnya. Kami berharap pelakunya segera ditemukan sehingga motif di balik aksi vandalisme ini dapat diketahui,” tambahnya.
Disbudparpora Kabupaten Kediri menilai keberadaan Kereta Mbah Gleyor bukan sekadar benda kuno, melainkan bagian penting dari identitas sejarah daerah yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam melindungi seluruh warisan budaya agar tetap lestari.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Disbudparpora mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga aset sejarah daerah dan segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang berpotensi merusak maupun mengancam keberadaan warisan budaya demi keberlanjutannya bagi generasi mendatang. (atc)































