Beranda Kediri Raya Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Pedagang Ungkap Anomali Pasar

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Pedagang Ungkap Anomali Pasar

2

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Harga daging ayam ras di Pasar Setono Betek Kota Kediri mengalami lonjakan signifikan sepanjang pekan ini, naik dari kisaran Rp27.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Di tengah kenaikan harga tersebut, pasokan dari tingkat peternak terpantau masih dalam kondisi aman dan mencukupi, meski fluktuasi harga di pasaran dinilai sangat tidak bisa diprediksi oleh para pedagang. Lonjakan harga ini berdampak langsung pada pola belanja konsumen yang memiliki kebutuhan bervariasi setiap harinya.

Konsumsi tingkat rumah tangga umumnya berada di kisaran 1 hingga 2 kilogram per hari, sementara kebutuhan rumah makan atau warung makan jauh lebih tinggi, yakni mencapai 10 hingga 15 kilogram per hari untuk menunjang operasional usaha kuliner mereka.

Sebagai salah satu pelaku usaha di pasar tradisional tersebut, Bekti mencatatkan volume penjualan harian yang stabil di angka 150 hingga 200 kilogram. Dengan kisaran harga terbaru saat ini, total omset kotor harian yang berhasil dihimpun dari perniagaan komoditas ayam potong ini berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per hari.

Kendati demikian, fenomena pasar yang terjadi saat ini memunculkan sebuah keunikan psikologi konsumen yang bertentangan dengan hukum ekonomi konvensional. Bekti menyebut situasi di lapangan sebagai sebuah anomali pasar, di mana penurunan harga justru kerap dibarengi dengan penurunan daya beli masyarakat.

“Ini anomali pasar yang cukup unik. Biasanya kalau harga turun, orang rebutan beli, tapi ini malah daya beli ikut lesu. Sebaliknya, begitu harga naik, penjualan justru melonjak karena warga takut tidak kebagian stok,” ungkap Bekti.

Di sisi lain, dinamika harga yang terjadi belakangan ini dipastikan tidak berkaitan dengan kebijakan intervensi atau program pemerintah di sektor pangan. Bekti menegaskan bahwa keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejauh ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan naik turunnya harga ayam di tingkat pedagang pasar.

“Adanya MBG tidak berimbas signifikan terhadap kenaikan harga daging ayam, pembeliannya pun tidak setiap hari, ada dan tidak adanya MBG sebenarnya sama saja,” tambahnya.

Para pedagang berharap stabilitas harga dan pasokan dapat segera tercapai agar aktivitas niaga kembali normal tanpa membebani konsumen maupun produsen. Hingga kini, para pedagang di Pasar Setono Betek tetap berupaya menjaga ketersediaan barang demi memenuhi kebutuhan harian masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya.(sof/stm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini