KEDIRI, (KUBUS.ID) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri mencatat kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama daging sapi dan cabai rawit. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum memerlukan intervensi khusus.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, M. Ridwan, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan harian terhadap 44 komoditas kebutuhan pokok. Berdasarkan hasil pemantauan, harga daging sapi dan cabai rawit memang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
“Ada beberapa kebutuhan pokok yang sedikit mengalami lonjakan, di antaranya daging sapi dan cabai rawit. Untuk cabai rawit, kenaikannya masih di bawah harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Ridwan saat wawancara bersama Radio ANDIKA.
Menurut Ridwan, kenaikan harga daging sapi bukan dipicu oleh terganggunya distribusi maupun meningkatnya permintaan masyarakat. Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi naiknya harga sapi hidup setelah momentum Iduladha.
“Kemungkinan harga sapi hidup masih tinggi karena peternak baru menjual ternaknya saat Iduladha, kemudian mulai membeli bibit atau ternak baru. Aktivitas jual beli sapi hidup yang cukup ramai membuat harganya ikut naik,” jelasnya.
Sementara itu, harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran Rp34 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram sempat naik hingga Rp48 ribu. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga mulai turun menjadi sekitar Rp47 ribu per kilogram.
Ridwan memperkirakan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi siklus tanam petani. Meski demikian, harga saat ini masih tergolong normal karena belum melampaui batas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.
Disperdagin Kota Kediri menyatakan terus memantau perkembangan harga di pasaran, terutama daging sapi. Namun hingga saat ini, belum ada langkah intervensi karena kenaikan dinilai belum signifikan dan tren harga mulai menunjukkan penurunan.
“Kami masih terus memantau. Dari tren yang ada, harga daging sapi mulai melandai. Minggu lalu masih di atas Rp130 ribu per kilogram, sekarang sekitar Rp128 ribu. Kami optimistis harganya segera kembali normal,” pungkas Ridwan. (nhd)































