Beranda Kediri Raya Hari Kedua Media Harmony Gathering, BI Kediri Ajak Jurnalis Off-Road dan Bahas...

Hari Kedua Media Harmony Gathering, BI Kediri Ajak Jurnalis Off-Road dan Bahas Tantangan Ekonomi

8
Hari kedua kegiatan Media Harmony Gathering bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri. (Foto. Redaksi)
Hari kedua kegiatan Media Harmony Gathering bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri. (Foto. Redaksi)

KARANGANYAR, (KUBUS.ID) – Hari kedua kegiatan Media Harmony Gathering bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri diisi dengan aktivitas team building melalui kegiatan off-road di kawasan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026). Kegiatan itu diikuti sejumlah jurnalis dari Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Madiun.

Kegiatan tersebut bertujuan mempererat kebersamaan dan membangun sinergi antara Bank Indonesia dengan insan pers. Selain aktivitas luar ruang, agenda hari kedua juga diisi diskusi mengenai dinamika perekonomian nasional dan tantangan ekonomi global yang berdampak terhadap masyarakat maupun pelaku usaha.

Dalam sesi diskusi di Bale Branti, Karanganyar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Deasi Surya Andarina, kepada Jurnalis Andika Media, Ika Juwita menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan membawa warna baru bagi organisasi Bank Indonesia. Di sisi lain, dinamika ekonomi global masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dan langkah strategis.

Menurut Deasi, gejolak ekonomi global turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut membuat Bank Indonesia mendapat perhatian publik, terutama terkait pergerakan kurs rupiah.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter, salah satunya pengaturan suku bunga acuan atau BI-Rate. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mempertahankan daya tarik investasi Indonesia bagi investor asing.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, Deasi mengingatkan pentingnya kemampuan masyarakat dan pelaku usaha untuk beradaptasi. Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya bertahan atau survive, tetapi harus mulai memikirkan langkah untuk berkembang dan naik kelas.

“UMKM dan masyarakat harus mulai switch mode, dari mode survive menjadi mode naik level. Keluar dari zona nyaman dan mencari peluang baru,” menjadi pesan yang disampaikan Deasi.

Ia juga menyoroti meningkatnya berbagai kebutuhan dan biaya operasional, mulai dari kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga listrik. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha untuk lebih kreatif dalam mencari terobosan agar produk tetap terjangkau dan konsumen tetap memiliki kemampuan membeli.

Menurutnya, sampai kapan tekanan ekonomi global akan berlangsung belum dapat dipastikan. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu mempersiapkan strategi untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Selain faktor global, kondisi dalam negeri juga perlu diwaspadai. Potensi gagal panen pada sejumlah komoditas pangan dapat memengaruhi ketersediaan pasokan dan mendorong kenaikan harga. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Memasuki akhir tahun, momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) diharapkan menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Peningkatan konsumsi, perjalanan wisata, serta aktivitas perdagangan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Deasi mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan penggunaan produk dalam negeri serta memilih destinasi wisata di Indonesia. Dengan demikian, perputaran uang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor pariwisata daerah.

Melalui kegiatan Media Harmony Gathering, Bank Indonesia Kediri berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat. Peran jurnalis dinilai penting dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga isu ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat tersampaikan secara lebih luas. (Ikj/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini