Beranda Jawa Timur Inflasi Mei 2026 Terkendali, Pemkot Kediri Pastikan Stok Pangan Aman

Inflasi Mei 2026 Terkendali, Pemkot Kediri Pastikan Stok Pangan Aman

2

Kediri, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri terus memperkuat sinergi dalam memantau perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) guna mengukur tingkat inflasi daerah. Langkah krusial ini dilakukan secara berkala untuk memantau fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Hasil analisis terbaru mengenai kondisi ekonomi makro tersebut dipaparkan secara resmi melalui kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring.

Dalam forum virtual tersebut, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, memaparkan pencapaian angka inflasi Kota Kediri yang dinilai masih berada dalam batas yang aman. Berdasarkan data yang dihimpun, Kota Kediri mencatatkan inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,35 persen pada Mei 2026. Sementara itu, untuk tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y), Kota Kediri menyentuh angka 3,27 persen dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai motor utama penggerak inflasi.

BPS mencatat bahwa pergerakan inflasi kali ini sangat dipengaruhi oleh dinamika harga sektor energi dan transportasi di tingkat nasional. Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang mengalami kenaikan pada bulan lalu langsung memberikan efek beruntun pada sektor pariwisata dan logistik. Salah satu dampak yang paling nyata dari kenaikan harga bahan bakar tersebut adalah melonjaknya tarif angkutan udara imbas dari merangkas naiknya harga avtur dunia.

Ditinjau dari sektor pangan, terjadi anomali harga yang bervariasi antar komoditas akibat dinamika pasokan di pasar tradisional. Komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan karena ketersediaan stok yang melimpah dari produsen. Namun sebaliknya, kelompok sayuran dan bumbu dapur seperti bawang merah, cabai merah, serta cabai rawit justru mengalami lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan.

Emil menambahkan, di sisi lain perhiasan emas melanjutkan tren penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir karena ketidakpastian ekonomi makro. Berbanding terbalik dengan emas, sektor teknologi justru mengalami tekanan inflasi akibat kendala rantai pasok global pada komponen plastik dan perangkat keras.

“Ada juga komoditas yang justru menjadi penghambat inflasi, antara lain: emas perhiasan andil inflasi -0,10%, daging ayam ras sebesar -0,04%, telur ayam ras sebesar -0,03%, kelapa, semangka, bawang putih sebesar -0,02%, nugget, ikan nila, dan jagung manis masing-masing sebesar -0,01%,” jelas Emil.

Memasuki bulan kelima, komoditas cabai rawit tercatat menjadi penyumbang andil inflasi bulanan terbesar di Kota Kediri dengan angka 0,13 persen. Beberapa komoditas lain yang ikut mendorong inflasi antara lain sektor rekreasi sebesar 0,08 persen, cabai merah sebesar 0,06 persen, serta sawi hijau sebesar 0,05 persen. Sektor otomotif dan pangan sekunder seperti kue basah, ikan gurame, solar, serta kendaraan bermotor ikut menyumbang andil kecil masing-masing sebesar 0,01 persen.

Menatap periode selanjutnya, BPS mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan konsumen untuk tetap siaga terhadap potensi risiko kelangkaan barang pada Juni 2026. Tekanan pada sektor teknologi diprediksi masih kuat akibat kelangkaan global RAM dan SSD, kendala pasokan CPU dari Intel dan AMD, serta kenaikan biaya komponen AI. Menutup penjelasannya, Emil mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak.

Merespons laporan dari BPS, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri langsung membeberkan faktor pemicu utama di lapangan serta langkah mitigasi yang telah dilakukan.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengungkapkan bahwa lonjakan konsumsi pada bulan Mei dipicu oleh adanya libur panjang. Kombunasi momen libur dan hari besar keagamaan membuat perputaran uang dan permintaan barang konsumsi rumah tangga meningkat tajam.

“Pemicu inflasi Mei adalah long weekend dan Idul Adha. Untuk mengantisipasinya, Pemkot Kediri menggelar Gerakan Pangan Murah pada 25 Mei 2026 demi menstabilkan harga pokok. Untuk Juni, waspadai kenaikan harga bawang merah, cabai rawit, sayur, dan buah akibat faktor cuaca serta transportasi. Kami imbau masyarakat tetap bijak berbelanja, sementara pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasokan,” pungkas Bambang.

Pemerintah Kota Kediri memastikan akan terus mengawal ketersediaan pasokan pangan dan menjaga kelancaran jalur distribusi logistik agar harga tetap rasional. Melalui sinergi lintas sektor, TPID optimis stabilitas ekonomi daerah dapat terus dipertahankan tanpa mengganggu daya beli masyarakat. Masyarakat kembali diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan penimbunan barang, serta memercayakan langkah-langkah stabilisasi pasar kepada pemerintah daerah demi menjaga roda perekonomian Kota Kediri berjalan dengan semestinya.(sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini