
KEDIRI, (KUBUS.ID) – Inzia Super League KU-11 resmi memulai kompetisinya di Inzia Mini Soccer, Minggu (13/9/2026). Kompetisi sepak bola usia dini yang diikuti 13 tim dari Kabupaten dan Kota Kediri tersebut dibuka dengan pertandingan sengit antara Taufiq Football Academy kontra MH Muslim Habibi yang berakhir imbang 2-2.
Tak sekadar menghadirkan persaingan antartim, Inzia Super League KU-11 juga memberikan pengalaman bertanding dengan dukungan fasilitas venue yang memadai. Lapangan yang nyaman, ruang ganti, hingga digital scoring board menjadi bagian dari fasilitas yang mendapat apresiasi dari peserta karena mampu menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih profesional bagi pemain usia dini.
Pelatih Taufiq Football Academy, Muhammad Taufiq, menilai fasilitas Inzia Mini Soccer sangat mendukung proses pembinaan pemain. Menurut mantan pemain Persik Kediri tersebut, kondisi lapangan yang nyaman membuat anak-anak lebih leluasa menerapkan kemampuan yang telah diperoleh selama latihan sekaligus belajar membangun kerja sama tim.
“Luar biasa, sangat bagus. Di sini lapangannya anak-anak sangat happy, sangat gembira. Fasilitasnya juga sangat bagus, termasuk ruang gantinya,” ujar Muhammad Taufiq.
Ia menambahkan, pengalaman bertanding di venue dengan fasilitas lengkap menjadi edukasi tersendiri bagi pemain. Anak-anak tidak hanya memperoleh kesempatan mengembangkan teknik dan kerja sama, tetapi juga mulai mengenal atmosfer sepak bola profesional sejak usia dini.
“Ini mengajarkan edukasi buat mereka, seperti apa gambaran menjadi pemain profesional. Jadi mereka mendapatkan pengalaman dan kegembiraan dalam bermain,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Inzia Super League, Dicky Apdillah, mengatakan peningkatan fasilitas menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. Pada pekan perdana, pihaknya turut memperkenalkan digital scoring board sebagai fasilitas tambahan di Inzia Mini Soccer.
“Alhamdulillah, tadi saya sempat sampling untuk tanya terkait venue dan fasilitas yang ada. Alhamdulillah semua responsnya baik dan bagus. Apalagi hari ini perdana untuk digital scoring board,” kata Dicky.
Menurut Dicky, Inzia Super League KU-11 juga menjadi bentuk kepedulian Inzia Mini Soccer terhadap pembinaan sepak bola usia dini. Kompetisi yang digelar secara rutin diharapkan menjadi ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus memperbanyak pengalaman bertanding.
“Kita juga ingin ikut peduli dan membantu pembinaan usia dini. Harapannya, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus berkembang melalui kompetisi ini,” ujarnya.
Untuk menambah semarak kompetisi, penyelenggara juga menyiapkan penghargaan Man of the Match (MOTM) setiap pekan yang disertai giveaway. Berbagai hasil pertandingan, ulasan, dan aktivitas kompetisi turut dipublikasikan melalui media sosial Inzia Mini Soccer dan Inzia Super League KU-11.
Inzia Super League KU-11 dijadwalkan berlangsung setiap pekan hingga Desember 2026. Partai terakhir kompetisi tersebut dijadwalkan pada 20 Desember 2026, dengan harapan kompetisi mampu menjadi wadah berkelanjutan bagi tumbuhnya talenta-talenta sepak bola muda di Kediri. (atc)






























