Kediri (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memastikan seluruh calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam kondisi siap mengikuti tahapan pemusatan latihan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepastian tersebut diperoleh melalui kegiatan tantingan yang digelar di Ruang BKPSDM Kota Kediri.
Sebanyak 70 pelajar tingkat SMA/MA sederajat yang telah lolos seleksi mengikuti proses tantingan sebagai tahapan akhir untuk memastikan kesiapan fisik, mental, serta komitmen mereka sebelum memasuki pemusatan latihan. Selain menjadi forum konfirmasi kesiapan peserta, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan para calon Paskibraka setelah sebelumnya terdapat beberapa peserta yang sempat mengalami cedera maupun gangguan kesehatan saat proses seleksi.
Salah satu calon Paskibraka, Ali Solahudin, siswa SMA Negeri 7 Kota Kediri, mengaku keinginannya bergabung sebagai Paskibraka didorong oleh tekad membanggakan kedua orang tuanya. Menurutnya, setiap menyaksikan barisan Paskibraka dengan langkah yang tegap selalu menumbuhkan rasa haru sekaligus semangat untuk menjadi bagian dari pasukan kehormatan tersebut.
Ali menuturkan, persiapan telah dilakukan sejak jauh hari dengan menjaga kebugaran melalui olahraga rutin seperti sepak bola dan futsal. Selain itu, ia juga memperkuat kemampuan akademik dengan mempelajari materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) serta Tes Intelegensi Umum (TIU).
“Seleksi kesamaptaan menjadi pengalaman yang paling berkesan karena seluruh peserta berusaha memberikan kemampuan fisik terbaiknya. Saya sempat gugup, tetapi saya meyakinkan diri bahwa kesempatan ini adalah jawaban atas doa yang selama ini saya panjatkan. Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi motivasi terbesar saya,” ujarnya.
Ali berharap pengalaman yang dijalaninya dapat memotivasi generasi muda Kota Kediri untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
Semangat serupa juga disampaikan Kaima Adnan Husna, siswi MAN 1 Kota Kediri. Baginya, menjadi Paskibraka merupakan cita-cita yang telah dipupuk sejak kecil. Pengalaman sebagai Paskibraka ketika masih duduk di bangku MTs semakin memperkuat tekadnya untuk kembali mengemban tugas tersebut di tingkat kota.
Menurut Kaima, tahapan tantingan bukan sekadar memastikan kesiapan fisik, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta memperluas wawasan kebangsaan.
“Dari sisi fisik maupun mental kami sudah dipersiapkan dengan baik sehingga siap mengikuti pemusatan latihan. Orang tua juga selalu memberikan doa dan semangat. Semoga pelaksanaan upacara 17 Agustus nanti berjalan lancar dan dapat menginspirasi adik-adik penerus Paskibraka agar semakin mencintai tanah air,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bakesbangpol Kota Kediri, Samsul Bahri, menegaskan seluruh calon Paskibraka yang telah dinyatakan lolos seleksi menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh rangkaian pembinaan tanpa ada satu pun yang mengundurkan diri.
“Melalui tantingan ini kami memastikan seluruh calon Paskibraka benar-benar siap mengikuti pemusatan latihan yang akan berlangsung pada 1 hingga 15 Agustus di Lapangan Brawijaya. Berbeda dengan tahun lalu yang terdapat satu peserta mengundurkan diri saat tantingan sehingga harus digantikan peserta berikutnya, alhamdulillah tahun ini seluruh calon menyatakan siap menjalani seluruh tahapan,” jelas Samsul.
Usai pemusatan latihan, para calon Paskibraka dijadwalkan mengikuti prosesi pengukuhan pada 15 Agustus. Selanjutnya mereka akan menjalani gladi bersih dan persiapan akhir pada 16 Agustus sebelum bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Tidak hanya ditempa secara fisik, para calon Paskibraka juga memperoleh pembekalan wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri. Materi diberikan oleh berbagai unsur, mulai dari Polres Kediri Kota, Penjabat Sekretaris Daerah, hingga Ketua DPRD Kota Kediri yang berbagi pengalaman kepemimpinan serta motivasi dalam meraih cita-cita.
Samsul menjelaskan, seluruh proses seleksi tahun ini dilaksanakan mengacu sepenuhnya pada regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang berlaku secara nasional. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, parade Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesamaptaan jasmani, hingga seleksi kepribadian melalui wawancara.
“Semua tahapan seleksi menggunakan aplikasi Transparansi Paskibraka. Mulai dari pendaftaran, unggah dokumen hingga hasil penilaian dapat diakses secara terbuka sehingga proses seleksi berlangsung transparan dan akuntabel,” terang Samsul.
Ia menambahkan, proses seleksi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Kodim 0809/Kediri, Brigif 16 Wira Yudha, Dinas Kesehatan, Disbudparpora, Bakesbangpol, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Kediri. Dari lebih dari 400 pelajar SMA/MA yang mengikuti seleksi, terpilih 72 peserta terbaik yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri. Sebanyak 70 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Kediri, sedangkan dua peserta terbaik mewakili Kota Kediri sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Di akhir keterangannya, Samsul mengimbau seluruh calon Paskibraka agar senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi seluruh aturan selama masa pelatihan, serta membangun mental yang tangguh sebagai bekal menjalankan tugas kehormatan. Ia berharap para calon Paskibraka mampu menjadi teladan bagi generasi muda melalui sikap disiplin, jiwa kepemimpinan, dan semangat nasionalisme yang kuat.(atc)































