Beranda Jawa Timur Kekeringan Jawa Timur, 24 Daerah Tetapkan Status dan 19 Kabupaten Distribusi Air

Kekeringan Jawa Timur, 24 Daerah Tetapkan Status dan 19 Kabupaten Distribusi Air

0

KUBUS.ID, SURABAYA – Kekeringan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Hingga saat ini, 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan maupun tanggap darurat, sementara 19 kabupaten di antaranya mulai melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan dampak kekeringan paling banyak dirasakan masyarakat di Bangkalan, Pamekasan, dan Trenggalek. Di tiga wilayah tersebut, jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK).

“Kami melihatnya dari jumlah penduduk ataupun KK yang terdampak. Karena dari tiga lokasi tersebut lebih dari 2.000 KK yang terdampak.”

Menurut Gatot, kondisi kekeringan tidak hanya terjadi di wilayah yang secara geografis dikenal kering. Di Bangkalan dan Pamekasan, sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan gunung dan karang. Sementara di Trenggalek yang memiliki wilayah hijau, persoalan terjadi karena sumber air mulai menyusut sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan konsumsi.

Pemprov Jatim telah menyiapkan sekitar 5.400 rit kendaraan untuk distribusi air bersih. Setiap truk memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter.

Selain distribusi air, BPBD juga menyiapkan 50 unit tandon, sekitar 100 unit tandon lipat yang dapat ditambah hingga 1.000 unit sesuai kebutuhan, serta 9.000 lembar terpal untuk penampungan air.

Penanganan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota dan sejumlah lembaga kemanusiaan, termasuk YDSF, NU Peduli, dan MDMC. Menurut Gatot, distribusi air masih dilakukan secara terjadwal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kekeringan juga berdampak pada sektor pertanian dan peternakan. Di sejumlah daerah seperti Pasuruan, kebutuhan air untuk sapi perah menjadi perhatian karena jumlah ternak yang cukup banyak.

Pemprov Jatim bersama Dinas Pertanian dan Kementerian PU juga melakukan penguatan irigasi, termasuk memaksimalkan pompa air untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapat pasokan air.

Di sisi lain, kondisi kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Pemprov Jatim masih menyiagakan helikopter untuk pemadaman melalui water bombing, terutama di kawasan Gunung Arjuno, Semeru, dan Gunung Butak di Malang.

Gatot mengimbau masyarakat berhati-hati saat menggunakan api, terutama ketika membakar lahan maupun melakukan aktivitas di kawasan terbuka.

“Untuk daerah-daerah yang kekeringan membutuhkan air bersih, segera laporkan ke BPBD kabupaten setempat.”

BPBD Jatim memastikan penanganan akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak selama kebutuhan air bersih masyarakat masih terdampak kekeringan. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini