Beranda Jawa Timur Kekeringan Meluas, Puluhan Keluarga Mulai Krisis Air

Kekeringan Meluas, Puluhan Keluarga Mulai Krisis Air

3292

BLITAR – Dampak musim kemarau mulai meluas di Kabupaten Blitar. Setelah dua desa di Kecamatan Wates lebih dulu mengalami krisis air bersih, kini giliran warga Dusun Panggungwinong RT 01 RW 05, Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, yang harus bergantung pada bantuan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyalurkan 12.000 liter air bersih atau dua rit untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Wahyudi, Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, mengatakan distribusi air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai mulai berkurangnya pasokan air di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak 31 kepala keluarga (KK) atau sekitar 85 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo juga mulai mengalami krisis air bersih. Kemarin kami sudah melakukan pendistribusian bantuan air bersih ke lokasi,” kata Wahyudi, Rabu (29/7).

Menurutnya, Desa Sumberagung menjadi wilayah ketiga yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Sebelumnya, BPBD telah menyalurkan bantuan serupa kepada warga Desa Sukorejo dan Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. Dengan bertambahnya satu wilayah lagi, BPBD meningkatkan pemantauan terhadap daerah-daerah yang memiliki potensi mengalami penurunan debit sumber air.

Wahyudi menjelaskan, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan. Namun, penyaluran dilakukan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan agar bantuan benar-benar diberikan kepada wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Karena itu, BPBD mengimbau pemerintah desa untuk segera melaporkan apabila ada dusun atau permukiman yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas melakukan asesmen sebelum menentukan jumlah bantuan yang akan dikirim.

“Laporan dari pemerintah desa menjadi dasar kami untuk melakukan asesmen dan menentukan penyaluran bantuan air bersih sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Wahyudi.

BPBD Kabupaten Blitar memastikan kesiapsiagaan armada distribusi air bersih tetap dipertahankan selama musim kemarau berlangsung. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih hingga kondisi sumber air kembali normal dan curah hujan mulai turun.(ikj)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini