KUBUS.ID – Dosen Ilmu Politik UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Yudi Krisno Wicaksono, M.I.P., menilai tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara umum masih cukup tinggi berdasarkan sejumlah survei yang menunjukkan angka di atas 70 persen.
Namun, menurut Yudi, kondisi tersebut berbeda dengan yang terlihat di media sosial. Ia menilai ruang publik digital saat ini dipenuhi kritik terhadap pemerintah karena kuatnya pengaruh algoritma dan fenomena echo chamber, yang membuat pengguna lebih sering menerima informasi sesuai pandangan yang mereka sukai.
Yudi mengatakan pemerintah perlu memperkuat strategi komunikasi publik, khususnya melalui Badan Komunikasi Presiden, agar program-program pemerintah dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami, terutama oleh generasi muda.
Selain itu, ia menilai persepsi negatif di media sosial juga dipengaruhi sejumlah program pemerintah yang masih dalam tahap pelaksanaan sehingga manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Karena itu, percepatan realisasi program dinilai penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Menurut Yudi, komunikasi yang terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat menjadi kunci untuk menjembatani perbedaan antara hasil survei dan opini yang berkembang di media sosial. (rif)






























