Beranda Kediri Raya Siswa MTsN 1 Kota Kediri Belajar Literasi Digital di ANDIKA Media

Siswa MTsN 1 Kota Kediri Belajar Literasi Digital di ANDIKA Media

1224
Siswa MtsN 1 Kota Kediri belajar literasi digital di Andika Media (Foto: Redaksi)

KEDIRI, KUBUS.ID – Derasnya arus informasi di media sosial membuat kemampuan memilah dan mengolah informasi menjadi bekal penting bagi pelajar. Hal itu yang dipelajari 84 siswa Super Class kelas VIII MTs Negeri 1 Kota Kediri saat berkunjung ke ANDIKA Media, Senin (14/9).

Didampingi 10 guru, para siswa mendapat materi literasi digital dari Station Manager ANDIKA Media Adnan Raharja. Mereka diajak memahami bagaimana menjadi pengguna media digital yang tidak sekadar aktif, tetapi juga cakap, kritis, dan bertanggung jawab.

Adnan menekankan, literasi digital memiliki empat pilar utama. Yakni kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.

Keempatnya menjadi penting karena aktivitas di ruang digital juga memiliki risiko. Mulai penyebaran hoaks, cyberbullying, hingga jejak digital negatif yang dapat berdampak panjang bagi penggunanya.

“Jangan hanya cepat menerima dan membagikan informasi. Pastikan informasi itu benar, pahami konteksnya, dan pikirkan dampaknya sebelum membagikannya,” pesan Adnan dalam sesi tersebut.

Materi berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial serta bagaimana menyikapi informasi yang beredar di dunia digital.

Kepala MTs Negeri 1 Kota Kediri Anwar Fauzi, S.Pd., M.Pd. menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembekalan literasi digital semakin relevan seiring dengan pengembangan berbagai program digitalisasi di MTs Negeri 1 Kota Kediri.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membekali siswa menghadapi era digital. Apalagi saat ini madrasah juga terus mengembangkan sistem digitalisasi untuk mendukung pembelajaran dan manajemen madrasah,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, para siswa diajak melihat langsung aktivitas di sejumlah unit ANDIKA Media. Mereka berkeliling Radio ANDIKA, ANDIKA TV, hingga Newsroom.

Di ruang redaksi, siswa melihat secara langsung bagaimana tim gatekeeper mengolah informasi publik sebelum disampaikan kepada masyarakat. Kunjungan tersebut sekaligus memberi gambaran bahwa informasi yang beredar di media membutuhkan proses verifikasi, pengolahan, dan tanggung jawab sebelum dipublikasikan.

Bagi para siswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran langsung bahwa menjadi bagian dari ekosistem digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi. Lebih dari itu, diperlukan kecakapan, etika, budaya, serta kesadaran menjaga keamanan di ruang digital.(adr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini