Beranda Kediri Raya Tanda ODGJ: Kenali 7 Ciri Awal yang Perlu Diwaspadai Keluarga

Tanda ODGJ: Kenali 7 Ciri Awal yang Perlu Diwaspadai Keluarga

1
Ilustrasi Tanda ODGJ, Kenali 7 Ciri Awal yang Perlu Diwaspadai Keluarga. (Foto. Unsplash/Tymofii Tarasov)
Ilustrasi Tanda ODGJ, Kenali 7 Ciri Awal yang Perlu Diwaspadai Keluarga. (Foto. Unsplash/Tymofii Tarasov)

BLITAR, (KUBUS.ID) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mulai kesulitan membedakan antara halusinasi dan kenyataan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan deteksi dini penting dilakukan agar kondisi ODGJ tidak berkembang hingga mengalami kekambuhan berat.

Menurut Silvia, terdapat sejumlah perubahan yang dapat menjadi tanda awal gangguan jiwa. Perubahan tersebut salah satunya terlihat dari pola menjaga kebersihan diri, seperti seseorang yang mulai jarang mandi atau bahkan merasa takut terhadap air.

“Tanda lainnya adalah kondisi emosi yang labil. Suasana hati dapat berubah-ubah dan orang tersebut kesulitan mengendalikan perasaannya,” kata Silvia saat ON AIR di FM 105,7 pada Minggu, 10 Agustus 2026.

Selain itu, perubahan perilaku juga perlu diperhatikan. Seseorang dapat terlihat sangat senang, tetapi dalam waktu singkat berubah menjadi sedih. Tingkat perubahan maupun keparahan gejalanya dapat berbeda pada setiap orang.

Gangguan pola tidur juga menjadi salah satu tanda yang perlu dicermati. ODGJ dapat mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun pada malam hari. Gejala lainnya yakni mulai menarik diri dari lingkungan dan menghindari keramaian.

Silvia menyebut, jika keluarga menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera membawa yang bersangkutan ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Poli Jiwa.

Ia menegaskan deteksi dini yang disertai pengobatan secara rutin dapat menurunkan risiko kekambuhan hingga 50 persen.

Di sisi lain, Silvia mengimbau keluarga tidak mengucilkan ODGJ. Menurutnya, dukungan dari keluarga, kepatuhan menjalani pengobatan, serta kontrol rutin ke Puskesmas menjadi bagian penting agar ODGJ dapat kembali beraktivitas dan berinteraksi di tengah masyarakat. (far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini