Beranda Jawa Timur Urban Heat Island Bikin Kota Makin Panas, Ini Dampaknya

Urban Heat Island Bikin Kota Makin Panas, Ini Dampaknya

8
ilustrasi suhu panas di perkotaan. Foto : generate AI

KEDIRI, KUBUS.ID – Di tengah suhu udara yang terus meningkat menjelang puncak musim kemarau, masyarakat diminta mewaspadai fenomena Urban Heat Island yang membuat kawasan perkotaan terasa lebih panas dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya. Fenomena ini mulai dirasakan di sejumlah kota, termasuk Kota Kediri yang berkembang menjadi kawasan metropolitan.

Oky Sukma Hakim, Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, menjelaskan Urban Heat Island merupakan kondisi ketika tutupan lahan hijau berubah menjadi kawasan yang didominasi aspal, beton, serta bangunan. Material tersebut lebih mudah menyerap panas matahari, kemudian memantulkannya kembali ke lingkungan sehingga suhu udara di kawasan perkotaan meningkat.

“Urban Heat Island adalah fenomena ketika wilayah kota menjadi lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya karena banyaknya bangunan, jalan beraspal, dan berkurangnya vegetasi yang mampu menyerap panas,” jelas Oki saat diwawancarai Radio ANDIKA.

Menurutnya, kondisi tersebut diperkirakan semakin terasa karena Jawa Timur akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. Suhu udara, khususnya pada siang hari, diperkirakan meningkat secara bertahap sehingga mengurangi tingkat kenyamanan masyarakat, terutama mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Kelompok rentan seperti lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan, terutama gangguan pernapasan maupun jantung, perlu lebih waspada karena panas ekstrem dapat berdampak pada kondisi kesehatan mereka,” ujarnya.

Oki juga menjelaskan Urban Heat Island berbeda dengan fenomena El Nino. Jika El Nino merupakan fenomena iklim global akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, Urban Heat Island merupakan fenomena lokal yang dipengaruhi kondisi lingkungan perkotaan. Namun, ketika keduanya terjadi bersamaan saat musim kemarau, dampaknya dapat membuat suhu udara semakin tinggi dan kondisi menjadi lebih kering.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan pakaian yang nyaman, serta menjaga ruangan tetap sejuk. Pemerintah daerah juga diharapkan memperluas ruang terbuka hijau dan menerapkan kebijakan yang dapat mengurangi paparan panas bagi masyarakat selama musim kemarau.(art)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini