TRENGGALEK, KUBUS.ID – Sebanyak 77 siswa dan guru di SMP dan MA Global Trenggalek mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan kini disebut sudah tertangani.
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Trenggalek, Sunarto, mengatakan keluhan mulai dilaporkan pada 15 September 2026 setelah menu MBG dikonsumsi sehari sebelumnya. Dari total tersebut, 43 orang berasal dari SMP Global, terdiri atas 41 siswa dan dua guru. Sementara di MA Global terdapat 34 orang, terdiri atas 27 siswa dan tujuh guru.
Keluhan yang dialami antara lain sakit perut, mual dan diare. Menurut Sunarto, tidak ada penerima manfaat yang harus menjalani rawat inap. Sebagian dapat ditangani di rumah, sedangkan beberapa lainnya mendapat pengobatan di fasilitas kesehatan.
Menu yang dikonsumsi saat itu terdiri dari nasi putih, ayam bumbu rendang tanpa santan, acar mentimun dan wortel, tempe goreng serta melon.
Satgas MBG kemudian melakukan penelusuran terhadap penerima manfaat lain, memastikan penanganan korban, serta mengaudit lokasi pengolahan makanan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kedatangan bahan makanan hingga proses pengolahan dan distribusi.
Sampel dari dua kali proses pemasakan juga telah diambil dan dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk pemeriksaan. Hasilnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu karena proses pemeriksaan membutuhkan pembiakan sampel.
Sunarto mengatakan ada penerima manfaat yang mengeluhkan ayam bumbu rendang. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab keluhan.
SPPG Trenggalek Karangan-Karangan yang memasok makanan tersebut juga telah mendapat sanksi suspend selama 30 hari. Penghentian operasional berlaku mulai 16 September 2026 berdasarkan surat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara layanan MBG di sekolah terkait masih dihentikan. Satgas juga kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan makanan sebelum dibagikan, termasuk memastikan kebersihan, kematangan makanan, pemisahan bahan mentah dan matang, serta waktu distribusi tidak lebih dari empat jam hingga makanan dikonsumsi.
Satgas MBG Trenggalek menyatakan evaluasi akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami para siswa dan guru tersebut. (ikj)































