Beranda Kediri Raya Razia Juli, Satpol PP Nganjuk Amankan 10.817 Batang Rokok Ilegal

Razia Juli, Satpol PP Nganjuk Amankan 10.817 Batang Rokok Ilegal

33
Petugas memasang stiker himbauan kepada toko kelontong. (Foto: Satpol PP Kabupaten Nganjuk)

NGANJUK, (KUBUS.ID) – Satpol PP Kabupaten Nganjuk bersama Bea Cukai mengamankan 10.817 batang rokok ilegal dalam operasi pemberantasan peredaran rokok tanpa cukai yang digelar selama Juli 2026. Ribuan batang rokok tersebut ditemukan di sejumlah toko kelontong di Kecamatan Kertosono dan Baron.

Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Devid Rohman, mengatakan hingga awal Agustus belum ada operasi lanjutan. Operasi terakhir dilakukan pada Juli dengan menyasar toko-toko yang diduga menjual rokok ilegal.

“Untuk bulan Agustus ini belum ada operasi. Terakhir kami melaksanakan operasi pada bulan Juli dan berhasil mengamankan 10.817 batang rokok ilegal di Kecamatan Kertosono dan Baron,” ujar Devid kepada Radio Andika.

Dari hasil pendalaman, rokok ilegal tersebut diperoleh pemilik toko dari oknum yang berkeliling menawarkan barang dengan sistem titip jual. Rokok dititipkan di toko tanpa harus dibeli terlebih dahulu, kemudian penjual kembali dalam satu hingga dua minggu untuk mengambil pembayaran dari barang yang telah terjual.

“Jadi barangnya dititipkan dulu. Setelah satu atau dua minggu, kalau sudah laku baru diambil uangnya. Jadi sistemnya memang titip barang,” jelasnya.

Devid menambahkan, operasi tersebut melibatkan Satpol PP, Bea Cukai, Diskominfo, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Ke depan, razia akan terus dilakukan sesuai agenda bersama Bea Cukai. Pemilik toko juga diimbau menolak jika ada pihak yang kembali menawarkan atau menitipkan rokok ilegal.

“Kami mengimbau pemilik toko untuk tidak menerima lagi jika ada oknum yang menitipkan rokok ilegal. Pada operasi kemarin tidak ada sanksi kepada pemilik toko, hanya pembinaan dan imbauan. Sedangkan barang buktinya tetap kami amankan dan diserahkan ke Bea Cukai Kediri,” pungkas Devid. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini