Beranda Jawa Timur Krisis Air Bersih di Blitar, Enam Desa di Blitar Mulai Kesulitan Air...

Krisis Air Bersih di Blitar, Enam Desa di Blitar Mulai Kesulitan Air Bersih

1110

BLITAR, KUBUS.ID – Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar. Pemerintah Kabupaten Blitar saat ini rutin mendistribusikan air bersih ke enam desa yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Bupati Blitar Drs. Hajiriyanto mengatakan, berdasarkan pemetaan awal terdapat tujuh kecamatan dengan 21 desa yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih selama kemarau panjang. Dalam perkembangannya, enam desa kini sudah mendapatkan layanan distribusi air bersih setiap hari.

Enam desa tersebut yakni Desa Tugurejo dan Sukorejo di Kecamatan Wates, Desa Binangun di Kecamatan Binangun, Desa Sumberagung dan Margomulyo di Kecamatan Panggungrejo, serta Desa Panggungduwet di Kecamatan Kademangan.

“Enam desa ini tiap hari sudah kita layani air bersih,” ujar Hajiriyanto saat diwawancarai Radio ANDIKA.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemkab Blitar mengerahkan lima armada tangki. Dua armada berasal dari BPBD, sementara masing-masing satu armada dari PMI, PDAM, dan bantuan BBWS PJT.

Air bersih tersebut kemudian disalurkan ke tandon yang telah disiapkan di lokasi terdampak. Setiap tandon memiliki kapasitas sekitar 1.500 liter dan digunakan bersama oleh masyarakat.

Hajiriyanto menjelaskan, air yang didistribusikan terutama digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak. Sementara untuk kebutuhan lain seperti mandi dan mencuci, volume air yang tersedia dinilai belum mencukupi.

“Prioritasnya adalah untuk air minum, masak,” jelasnya.

Selain enam desa yang saat ini sudah mendapatkan distribusi, Pemkab Blitar juga menerima pengajuan bantuan dari tiga desa. Masing-masing Desa Ngeni dan Adipuro di Kecamatan Wonotirto serta Desa Ringinrejo di Kecamatan Wates.

Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa. Ketika terdapat warga yang mengalami kesulitan air, pemerintah desa diminta segera melaporkan kondisi tersebut agar dapat ditindaklanjuti.

Menurut Hajiriyanto, wilayah Blitar Selatan menjadi salah satu kawasan yang rutin menghadapi persoalan kekeringan. Kondisi geografis berupa kawasan pegunungan dan tanah berkapur membuat sejumlah sumber air mengalami penurunan debit saat musim kemarau.

Pemkab Blitar memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Anggaran penanganan kekeringan juga telah disiapkan melalui APBD Kabupaten Blitar.(ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini