Kediri (KUBUS.ID) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 dan HUT ke-9 PT Irfai Group, PT Irfai Group menghadirkan warna berbeda dalam semarak perayaan kemerdekaan melalui Plosoklaten Culture Carnival. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui karnaval yang mengedepankan musik non-elektrik, dengan menampilkan alat musik tradisional, seni tari, kekompakan, serta kreasi peserta.
Digelar dengan konsep tanpa penggunaan musik elektronik dan dentuman suara berlebihan, kegiatan ini menawarkan alternatif hiburan yang lebih menonjolkan kreativitas masyarakat. PT Irfai Group melihat masih besarnya antusiasme warga terhadap pertunjukan yang memberikan ruang bagi seni dan kreasi lokal untuk kembali tampil di tengah masyarakat.
CEO PT Irfai Group Muhammad Fuad Fauzi mengatakan, Plosoklaten Culture Carnival digelar dalam rangka menyemarakkan semangat kemerdekaan yang berdekatan dengan momentum ulang tahun ke-9 PT Irfai Group.
“Konsep yang kami tawarkan adalah baris kreasi karnaval dengan menggunakan alat-alat musik tanpa elektrik. Kami ingin menghadirkan kembali konsep yang menonjolkan kreativitas masyarakat, bukan sekadar suara atau dentuman yang keras,” ujar Muhammad Fuad Fauzi.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai hampir 60 pleton. Peserta menempuh rute sekitar 2,5 kilometer, dengan titik start dari Lapangan Pranggang, Plosoklaten, hingga Kantor Kecamatan Plosoklaten.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya dinilai dari kemeriahan penampilan. Sejumlah unsur menjadi bagian dari penilaian, di antaranya kekompakan, konsep pertunjukan, penggunaan alat musik tradisional, seni tari, serta kreativitas yang ditampilkan masing-masing kelompok. PT Irfai Group juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp50 juta, sementara seluruh peserta mendapatkan uang transportasi.
Fuad menjelaskan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memberikan ruang kepada masyarakat untuk kembali mengekspresikan kreativitasnya. Menurutnya, masyarakat memiliki potensi besar dalam menciptakan berbagai bentuk pertunjukan, namun membutuhkan ruang yang dapat mengakomodasi kreativitas tersebut.
“Kami melihat masyarakat sebenarnya sangat kreatif. Hanya saja perlu diberikan wadah untuk menunjukkan dan mengekspresikan kreativitasnya. Karena itu, kami mencoba memberikan ruang dengan konsep yang berbeda,” jelasnya.
Melalui Plosoklaten Culture Carnival, PT Irfai Group berharap seni tradisional dan kreativitas masyarakat dapat terus berkembang. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi alternatif dalam merayakan semangat kemerdekaan sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali mengenal dan menghidupkan berbagai bentuk seni pertunjukan yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri. (atc)































