Beranda Jawa Timur Beras Premium di Tulungagung Melampaui HET, Harga Gabah Jadi Pemicu

Beras Premium di Tulungagung Melampaui HET, Harga Gabah Jadi Pemicu

0

TULUNGAGUNG, KUBUS.ID – Harga beras premium di sejumlah pasar Kabupaten Tulungagung mulai mengalami kenaikan dan ditemukan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas Pangan di Pasar Ngunut.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung, Siti Mahmuda, mengatakan kenaikan terjadi pada hampir seluruh jenis beras premium. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium di pasaran sudah berada di atas batas HET.

Menurut Siti, salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga tersebut adalah meningkatnya harga gabah di tingkat petani. Harga gabah basah yang terpantau bahkan mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram.

Kenaikan harga bahan baku tersebut turut berdampak pada produksi beras premium. Sejumlah produsen disebut mulai membatasi produksi sehingga pasokan beras premium di pasar ikut berkurang. Kondisi tersebut kemudian mendorong harga jual beras premium semakin tinggi.

Meski harga beras premium melampaui HET, kondisi berbeda terjadi pada beras kelas medium. Siti menyebut harga beras medium masih berada dalam batas HET, bahkan di beberapa kondisi masih berada di bawah ketentuan tersebut.

Sementara itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras SPHP. Disperindag Tulungagung memastikan pasokan beras SPHP masih aman dan pemantauan terus dilakukan di sejumlah pasar pantauan.

Sebagai langkah pengendalian harga, Disperindag Tulungagung berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah pasokan beras ke pasar. Beras SPHP dan beras premium merek Bifood milik Bulog yang dijual sesuai HET akan disuplai ke sejumlah pasar pantauan.

Pada tahap awal, distribusi tersebut menyasar Pasar Ngunut, Pasar Nemplak, dan Pasar Campurdarat. Selanjutnya, pasokan akan diperluas ke pasar lainnya.

Siti menegaskan langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil sidak Satgas Pangan. Pengendalian harga melibatkan Disperindag, Bulog, kepolisian, serta unsur Satgas Pangan lainnya, termasuk Bagian Perekonomian.

Disperindag Tulungagung akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan beras premium di pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan beras sekaligus menekan kenaikan harga yang telah melampaui HET. (ikj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini