KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kediri, mencatat realisasi penggilingan tebu mencapai 8 juta kuintal atau 800 ribu ton hingga hari ke-157 musim giling 2026. Menjelang akhir musim giling, perusahaan terus mengoptimalkan kinerja pabrik sekaligus menjaga pelayanan kepada petani mitra.
General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara perusahaan, petani mitra, dan seluruh tim yang terlibat dalam operasional musim giling tahun ini.
“Alhamdulillah, memasuki hari giling ke-157, realisasi tebu giling kami telah mencapai 8 juta kuintal,” ujar Sugondo, pada Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menegaskan, PG Pesantren Baru berkomitmen menjaga performa pabrik dan tetap menyerap hasil panen tebu petani selama kegiatan operasional masih berlangsung.
Koordinasi dengan petani mitra juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran proses penggilingan hingga akhir musim.
PG Pesantren Baru merencanakan penutupan musim giling 2026 pada akhir Oktober. Namun, jadwal terakhir penerimaan tebu masih akan diumumkan setelah mempertimbangkan perkembangan operasional di lapangan.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan segera mengumumkan kapan batas terakhir tebu masuk,” kata Sugondo.
Sementara itu, Manager Tanaman PG Pesantren Baru, Chandra Sukmana, menjelaskan bahwa pada musim giling 2026, perusahaan menargetkan penggilingan sebanyak 854.130 ton atau sekitar 8,54 juta kuintal tebu.
Dari jumlah tersebut, PG Pesantren Baru menargetkan produksi gula sekitar 64.778,76 ton.
Dengan realisasi penggilingan yang telah mencapai 8 juta kuintal, perusahaan masih berupaya mengoptimalkan sisa waktu operasional untuk mendekati target yang telah ditetapkan.
Chandra menyebut sinergi dengan petani mitra dan kekompakan seluruh tim menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.
“Dengan kolaborasi bersama petani dan menjaga kekompakan semua tim, kami berharap bisa menutup target yang diharapkan,” ungkapnya.
Tak hanya berfokus pada penyelesaian musim giling 2026, PG Pesantren Baru juga mulai menyiapkan kebutuhan tanaman tebu untuk musim berikutnya.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat kolaborasi dengan petani mitra melalui program CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) bongkar ratoon. Program ini ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu.
Bongkar ratoon merupakan upaya mengganti tanaman tebu lama dengan tanaman baru agar potensi hasil panen dapat ditingkatkan. Selain itu, PG Pesantren Baru juga mendorong penanaman varietas unggul SGN 01 sebagai bagian dari upaya memperbaiki produktivitas tanaman.
Chandra berharap, persiapan sejak dini tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap hasil panen dan pasokan tebu pada musim giling 2027.
“Dengan melaksanakan program bongkar ratoon dan menanam varietas unggul SGN 01, diharapkan pada musim panen 2027 produktivitas tanaman meningkat dan hasil tebu giling semakin melimpah,” pungkasnya. (adv/thw)































