Beranda Nasional Lanjutkan Lawatan ke Eropa, Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Austria dan Hungaria

Lanjutkan Lawatan ke Eropa, Presiden Prabowo Dijadwalkan ke Austria dan Hungaria

7
Presiden Prabowo saat kunjungan kenegaraan menggunakan pesawat kepresidenan (Foto. detikcom)

JAKARTA, (KUBUS.ID) – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melanjutkan rangkaian lawatan dinas luar negerinya ke Austria dan Hungaria setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Prancis. Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan lawatan dinas ke Prancis, Austria dan Hungaria memiliki nilai strategis bagi kepentingan ekonomi dan industri masa depan Indonesia.

Lawatan ke Prancis dipandang sebagai upaya mempererat kemitraan dengan salah satu kekuatan utama Eropa di bidang pertahanan dan teknologi militer. Intensitas pertemuan Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron dinilai berkaitan dengan upaya membangun hubungan strategis jangka panjang, termasuk penguatan kerjasama alutsista dan transfer teknologi pertahanan.

“Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron,” kata Sugiat dalam keterangan pers, dikutip Jumat (29/5).

Kunjungan ke Prancis bertujuan mempererat kemitraan strategis dengan salah satu kekuatan utama Eropa di bidang pertahanan dan teknologi militer, khususnya melalui dialog intensif dengan Presiden Emmanuel Macron untuk memperkuat kerja sama alutsista serta transfer teknologi pertahanan jangka panjang.

Austria dipandang sebagai pusat industri manufaktur di Eropa Tengah dengan keunggulan di sektor mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, serta industri makanan dan minuman, sehingga menjadi target investasi yang relevan untuk mendukung modernisasi dan diversifikasi basis industri Indonesia.

Hungaria menjadi strategis karena menjadi hub gigafactory baterai EV di UE. Kunjungan Prabowo bertujuan mengamankan investasi hilirisasi nikel Indonesia—bahan baku utama baterai—sebelum teknologi baterai bergeser ke bahan non‑nikel, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

Sedangkan, Austria disebut memiliki peran penting sebagai pusat industri manufaktur di Eropa Tengah. Negara tersebut dinilai memiliki kekuatan di sektor mesin, otomotif, pengolahan logam, bahan kimia, hingga industri makanan dan minuman yang relevan dengan agenda industrialisasi Indonesia.

Adapun Hungaria dipandang strategis karena berkembang menjadi salah satu pusat pembangunan gigafactory baterai kendaraan listrik di Uni Eropa. Posisi Hungaria dinilai penting bagi Indonesia untuk memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik global, terutama karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Sugiat berpendapat dunia saat ini sedang bertransisi ke kendaraan listrik. Namun, Indonesia punya waktu terbatas sebelum teknologi baterai bergeser ke bahan non-nikel.

Ia mengatakan, lawatan maraton Prabowo dari Paris menuju Wina dan Budapest disebut sebagai upaya mempercepat pengamanan investasi hilirisasi sebelum perubahan teknologi global mengurangi ketergantungan industri baterai terhadap nikel. (KATADATA/far)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini