Beranda Kediri Raya Tren PayLater Meningkat, Pengamat: Kemudahan Jangan Sampai Jadi Jebakan Utang

Tren PayLater Meningkat, Pengamat: Kemudahan Jangan Sampai Jadi Jebakan Utang

121
Ilustrasi Paylater (hasil generate AI)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Penggunaan layanan paylater terus meningkat karena dianggap memberi kemudahan dan fleksibilitas dalam berbelanja maupun pembiayaan. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat kewajiban pembayaran yang harus menjadi perhatian konsumen.

Pengamat Ekonomi sekaligus Guru Besar Universitas Surabaya, Prof. Drs. Ec. Wibisono Hardjopranoto, M.S., menilai paylater dapat menjadi jebakan bagi masyarakat yang memiliki literasi keuangan terbatas. Menurutnya, banyak orang tergiur kemudahan bertransaksi tanpa mempertimbangkan kemampuan membayar di kemudian hari.

“Paylater bukan uang tambahan, melainkan utang yang harus dibayar di kemudian hari. Karena itu, masyarakat harus bijak sebelum menggunakannya.” tegasnya.

Karena itu, masyarakat sebaiknya lebih mengutamakan kebiasaan menabung dibanding mengandalkan fasilitas pembayaran tunda. Terlebih saat ini banyak rumah tangga menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan pangan.

Menurut Prof. Wibisono, teknologi ibarat pedang bermata dua. Jika digunakan secara bijak, paylater dapat membantu kebutuhan keuangan. Namun jika digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai kemampuan, justru berisiko memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Bahkan dapat mendorong masyarakat semakin dekat dengan kemiskinan.” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menerima seluruh penawaran produk keuangan yang diberikan perbankan maupun lembaga pembiayaan. Kemampuan memilah dan memahami risiko menjadi hal penting, terutama bagi mereka yang belum memiliki literasi keuangan yang kuat.

Bagi masyarakat yang memanfaatkan paylater, Prof. Wibisono menyarankan agar memiliki proyeksi pendapatan yang jelas untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Selain itu, pola pikir konsumtif perlu diubah menjadi lebih produktif. Ia menekankan pentingnya menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebagai dana cadangan menghadapi kebutuhan tak terduga di masa depan.

“Seberapa kecil pendapatan yang dimiliki, tetap usahakan ada yang ditabung untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tak diharapkan.” tutupnya. (ayu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini