KEDIRI, (KUBUS.ID) – Harga tepung tapioka di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dalam dua hingga tiga minggu terakhir. Kondisi ini dipicu kenaikan harga singkong sebagai bahan baku utama, ditambah penurunan produksi singkong di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si., menjelaskan bahwa kenaikan harga tapioka mulai terpantau setelah pihaknya menerima keluhan mengenai lonjakan harga singkong.
“Kalau pantauan kami, hampir tiga mingguan memang ada kenaikan tapioka. Awalnya kami mendapat keluhan terkait harga ketela atau singkong,” jelas Tutik.
Ia menyebutkan, harga singkong yang biasanya maksimal Rp 3.000 per kilogram kini mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram. Kenaikan tersebut membuat pengrajin tepung tapioka kesulitan memperoleh bahan baku untuk produksi.
“Ketela sebagai bahan baku tapioka saat ini jumlahnya terbatas. Kalau dibilang langka tidak, tetapi harganya naik,” ungkapnya.
Kabupaten Kediri memiliki sentra pengolahan tepung tapioka di Kecamatan Semen dan Tarokan. Di Kecamatan Semen terdapat sekitar 11 pengrajin, sedangkan di Kecamatan Tarokan jumlahnya mencapai sekitar 21 pengrajin.
Menurut Tutik, penurunan produksi singkong lokal turut memengaruhi kondisi pasokan. Wilayah Kandat dan Kras yang sebelumnya menjadi daerah penghasil singkong kini mengalami penurunan produksi. Salah satu faktor yang turut diperhatikan adalah meningkatnya pemanfaatan lahan untuk tanaman tebu dalam upaya mendukung swasembada gula.
Kenaikan harga bahan baku ini berdampak pada pengrajin tapioka hingga pelaku usaha yang menggunakan tepung tersebut. Sejumlah UMKM, termasuk penjual gorengan, cireng, dan cilok, berpotensi menghadapi peningkatan biaya produksi.
Tutik mengatakan, Disdagin Kabupaten Kediri akan berkoordinasi dengan pelaku usaha dan produsen singkong untuk memantau perkembangan pasokan serta harga. Kondisi ini juga menjadi perhatian menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Ini menjadi perhatian kami, terutama karena banyak pelaku UMKM yang menggunakan tepung tapioka. Kami akan berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mengevaluasi kondisi ini,” pungkasnya. (stm)































