SURABAYA, KUBUS.ID – Isu gelombang 2,5 meter di perairan Jawa Timur yang disebut akan terjadi pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 dipastikan tidak benar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya menegaskan informasi yang beredar di masyarakat merupakan hoaks. Hingga saat ini, kondisi gelombang di perairan Jawa Timur masih tergolong aman dengan tinggi berkisar 0,5 hingga 1,4 meter.
Prakirawan Cuaca BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Prasetyo, mengatakan informasi mengenai gelombang setinggi 2,5 meter yang ramai beredar tidak sesuai dengan hasil pemantauan BMKG. Berdasarkan prakiraan terbaru, memang terdapat potensi kenaikan tinggi gelombang pada 2 hingga 3 Agustus 2026, namun peningkatannya tidak signifikan dan masih berada pada kisaran maksimum 1,2 hingga 1,4 meter, khususnya di wilayah Laut Jawa bagian timur.
“Dapat kami sampaikan bahwasanya isu yang beredar itu tidak benar atau hoaks. Ketinggian gelombang di perairan Jawa Timur masih cukup kondusif, berkisar antara 0,5 hingga 1,4 meter,” ujar Prasetyo di Radio ANDIKA, Jumat (30/7/2026).
Ia menjelaskan, kondisi gelombang laut memang dapat berubah mengikuti dinamika cuaca. Namun, masyarakat tidak perlu panik karena BMKG terus melakukan pemantauan dan akan mengeluarkan peringatan dini apabila ditemukan potensi gelombang yang membahayakan aktivitas pelayaran maupun masyarakat pesisir.
“Memang pada tanggal 2 hingga 3 Agustus terjadi peningkatan tinggi gelombang, tetapi tidak terlalu signifikan. Tinggi maksimum sekitar 1,2 hingga 1,4 meter dan masih cukup aman untuk aktivitas di Laut Jawa bagian timur,” katanya.
Prasetyo juga menjelaskan bahwa batas kewaspadaan tinggi gelombang berbeda pada setiap wilayah perairan. Untuk Laut Jawa bagian timur, masyarakat mulai diminta waspada apabila BMKG mengeluarkan peringatan tinggi gelombang di atas 2 meter. Sementara itu, untuk perairan selatan Jawa Timur yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, ambang kewaspadaan berada pada tinggi gelombang 2,5 meter karena karakteristik perairannya memang memiliki gelombang lebih besar.
“Kalau untuk Laut Jawa bagian timur, biasanya lebih dari 2 meter sudah masuk kondisi yang perlu diwaspadai. Sedangkan di Perairan Selatan Jawa Timur, batas kewaspadaannya mulai 2,5 meter,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku pelayaran agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang laut sebaiknya selalu mengacu pada rilis resmi BMKG Maritim Jawa Timur agar aktivitas di laut tetap aman dan sesuai dengan kondisi terkini. (art)































