Beranda Kediri Raya Dinas Kesehatan Kota Kediri Gencarkan Fogging Tekan Angka DBD di Kota Kediri

Dinas Kesehatan Kota Kediri Gencarkan Fogging Tekan Angka DBD di Kota Kediri

0
Kegiatan fogging secara masif ke sejumlah titik permukiman warga di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. (Foto. Redaksi)
Kegiatan fogging secara masif ke sejumlah titik permukiman warga di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri. (Foto. Redaksi)

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melakukan tindakan pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah taktis ini diwujudkan dengan melaksanakan kegiatan pengasapan atau fogging secara masif ke sejumlah titik permukiman warga di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kediri menyisir satu persatu lingkungan perumahan yang dinilai berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengasapan ini difokuskan pada sudut-sudut lingkungan yang rawan sarang nyamuk guna memastikan efektivitas pemutusan mata rantai penularan virus.

Pelaksanaan fogging darurat ini dilakukan menyusul adanya laporan warga yang terjangkit DBD di wilayah Manisrenggo, Kota Kediri. Berdasarkan data di lapangan, tercatat ada 3 orang warga Kelurahan Manisrenggo yang mengalami gejala dan terserang DBD, dengan rincian 1 orang dinyatakan positif dan 2 orang lainnya masuk dalam kategori suspek.

Langkah penanganan intensif ini diambil semata-mata sebagai upaya preventif petugas untuk menekan penyebaran lebih luas serta memutus rantai penularan virus DBD di tengah masyarakat. Dinas Kesehatan berkomitmen untuk merespons cepat setiap laporan kasus guna menghindari terjadinya lonjakan kasus yang lebih parah.

Hendik Supriyanto, Kabid P2P Dinkes Kota Kediri mengatakan, berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan, akumulasi kasus warga yang terinfeksi virus DBD sejak bulan Januari hingga awal Agustus 2026 ini telah mencapai 19 orang. Ironisnya, dari belasan warga yang terserang virus berbahaya tersebut, mayoritas korban merupakan anak-anak yang rentan terhadap infeksi.”Hingga awal agustus tahun ini, temuan kasus DBD sebanyak 19 orang, dimana didominasi anak-anak”. Ungkap Hendik.

Meskipun saat ini wilayah Kediri tengah memasuki musim kemarau, pihak Dinas Kesehatan tetap memberikan himbauan keras kepada seluruh warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyebaran virus DBD. Warga diminta tidak lengah dan diimbau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan mencatat bahwa secara umum data kasus DBD di wilayah Kota Kediri pada tahun ini sebenarnya mengalami tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, kewaspadaan kolektif tetap harus dijaga demi keselamatan bersama. “Meski tahun ini data DBD di wilayah Kota Kediri mengalami penurunan, namun petugas tetap memberikan himbauan untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan mereka,” tegas Hendik. (sof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini