Kediri (KUBUS.ID) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar panen perdana tebu varietas SGN 01 di kebun BR Branggahan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Varietas ini ditanam di lahan seluas 1,5 hektare sebagai bagian dari program bongkar ratoon yang diawali dengan peremajaan lahan di Pesantren, Kota Kediri.
Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widarto, mengatakan SGN 01 menjadi alternatif benih berkualitas untuk mendukung bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu serta swasembada gula Nasional. “Saya berharap varietas ini diperbanyak dan menjadi pilihan petani untuk mendukung swasembada gula berkelanjutan,” ujar Heru.
Pemerintah optimistis mencapai swasembada gula konsumsi pada 2026, dengan proyeksi produksi 2,9–3 juta ton gula kristal putih (GKP), melampaui kebutuhan nasional sebesar 2,84 juta ton tanpa bergantung pada impor maupun stok tahun sebelumnya.
Heru menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga gula petani di tengah penghentian impor gula konsumsi dan etanol. Dengan harga lelang gula mendekati Rp17.000 per kilogram, petani didorong meningkatkan produktivitas. “Kami memastikan harga gula petani tetap stabil dan mengajak petani meningkatkan produktivitas demi swasembada gula nasional,” tegasnya.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian sejak Juni 2025 dalam penataan varietas SGN 01 berdasarkan masa panen untuk meningkatkan rendemen. “Kami berterima kasih kepada Kementan atas dukungan dan kepercayaan mengembangkan SGN 01 sebagai alternatif varietas untuk meningkatkan rendemen,” tutur Mahmudi.
Mahmudi menegaskan, PT SGN terus memperluas uji multilokasi di pabrik gula wilayah Jawa maupun luar Jawa untuk menjaga kualitas dan produktivitas SGN 01. Perusahaan juga memperkuat kemitraan petani berbasis rendemen atau hasil gula. “Ke depan, kemitraan harus berbasis rendemen agar petani dan pabrik gula berorientasi pada hasil gula,” jelas Mahmudi.
Dalam kegiatan tersebut, PT SGN turut menyerahkan bantuan irigasi MANIS kepada petani mitra di wilayah Ngadiluwih, untuk mendukung budidaya dan peningkatan produktivitas tebu.(sof)































