Beranda Kediri Raya Kemenag Siapkan Edukasi Pencegahan LGBTQ melalui Kurikulum Berbasis Cinta

Kemenag Siapkan Edukasi Pencegahan LGBTQ melalui Kurikulum Berbasis Cinta

0
Kantor Kementerian Agama.

Kediri, (KUBUS.ID) – Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan format materi edukasi pencegahan pengaruh LGBTQ yang direncanakan terintegrasi dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik sejak dini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, Ahmad Zamroni, S.Ag., M.Pd., menjelaskan Kurikulum Berbasis Cinta memiliki konsep Panca Cinta, meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air. Menurutnya, pendekatan edukasi keagamaan dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun pemahaman peserta didik sesuai nilai-nilai agama.

“Pendekatan agama, pendekatan edukasi, ini juga perlu kita tanamkan sedini mungkin agar pengaruh budaya LGBT ini bisa kita reduksi, bisa kita kurangi,” ujar Zamroni.

Ia menambahkan, upaya pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan guru di sekolah. Peran tokoh agama, penyuluh agama, keluarga, dan lingkungan masyarakat juga diperlukan untuk membentuk karakter anak, terutama di tengah perkembangan media sosial yang sulit dibatasi.

Zamroni menilai penguatan pendidikan perlu mencakup pengetahuan agama, pengamalan agama, dan pengalaman beragama. Ketiganya dinilai perlu berjalan beriringan agar nilai yang dipelajari tidak berhenti sebatas pengetahuan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Di sisi lain, Zamroni menegaskan bahwa orang-orang LGBTQ tetap merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak sebagai warga negara. Karena itu, upaya edukasi dan penyadaran tidak boleh dilakukan melalui kekerasan maupun kriminalisasi.

“Di satu sisi kita terus berusaha untuk mengantisipasi budaya LGBT ini, tetapi di sisi lain kita tidak boleh melakukan kekerasan, kriminalisasi kepada mereka, karena mereka juga warga negara Indonesia,” jelasnya.

Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, penyuluh, dan masyarakat dapat memperkuat pendidikan karakter sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. (nhd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini